oleh

14 Bulan Kasus PD PAUS Tanpa Tersangka, Kejari Siantar Tunggu Anak Kuliah Tamat?

Pematangsiantar, BatakToday

Kejaksaan Negeri Pematangsiantar dalam penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi di tubuh Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PD PAUS) Pematangsiantar, yang dimulai sejak tanggal 14 Desember 2015 lalu, hingga saat ini belum menetapkan tersangka.

Hal di atas membuat pengurus beberapa organisasi, yaitu PERKASA (Persatuan Pedagang Kecil Eks Terminal Sukadame), Badan Pengurus Cabang (BPC) GMKI Siantar-Simalungun, GMNI Siantar-Simalungun, dan Lembaga Kajian Publik dan Politik (LKP2) Pematangsiantar, mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri untuk mempertanyakan penanganan kasus tersebut, yang dinilai sangat lamban, Rabu siang (22/02/2017), sekitar pukul 11.45 Wib.

Namun, para pengurus keempat organisasi yang bersama-sama datang ke Kantor Kejari Siantar siang itu, tidak berhasil mendapatkan informasi apa pun tentang perkembangan penanganan kasus PD PAUS ini.

Kepala Kejaksaan Negeri Siantar, Masril SH MHum, melalui ajudannya mengatakan tidak bersedia untuk bertemu dengan pengurus keempat organisasi ini, dengan alasan Kasipidsus Herianto Siagian dan Kasi Intel Hary Palar, sedang tidak berada di tempat karena tugas lain.

Namun, ketika dicoba kembali untuk bertemu untuk menyampaikan surat dan untuk meminta penjadwalan untuk dapat melakukan pertemuan, lagi-lagi Masril menolak dengan alasan yang sama, melalui ajudannya.

Akhirnya, sekitar pukul 13.30, setelah hampir 2 jam menunggu tanpa hasil yang diinginkan, pengurus keempat organisasi ini memutuskan untuk meninggalkan surat di Sekretariat Kejari Siantar, yang diterima oleh Kaur Tata Usaha, Muhammad Muchlis. Dan melalui Muchlis akhirnya Kajari Masril menyampaikan rencana jadwal pertemuan pada Selasa (27/02/2017), dengan catatan untuk kepastiannya akan mengkonfirmasi kembali.

Boang Manalu, Goklif Manurung, Fawer Full Sihite, Faith Manalu, dan Binsar Gultom, yang masing-masing mereka mewakili organisasinya, saat ditemui di Kantor Kejari Siantar, mengaku kecewa saat tidak ada yang dapat dijumpai di kantor itu untuk memperoleh informasi tentang perkembangan penanganan kasus PD PAUS ini.

Binsar Gultom dari LKP2 mengatakan dengan nada sindiran, sangat kontradiktif antara tingkat kesibukan Kajari Siantar dan seluruh stafnya sehingga tidak ada yang dapat ditemui untuk mendapatkan informasi tentang perkembangan kasus PD PAUS, dengan perkembangan penanganan kasus tersebut, yang hingga saat itu belum ditetapkan seorang pun tersangkanya.

“Kalau kita lihat sibuknya Kajari Siantar dan semua stafnya, sampai-sampai tak satu pun yang bisa dimintai informasi, ini sangat kontradiktif dengan penanganan kasus PD PAUS. Mendapat jawaban bahwa semua sibuk di Kantor Kejaksaan ini, sebenarnya sudah kurang cepat rasanya mereka ini menetapkan tersangka kasus PD PAUS. Luar biasa kali lah rupanya rumitnya kasus ini, semua sibuk, tapi sampai sekarang mereka tidak menetapkan tersangka untuk kasus yang sudah 14 bulan penyidikannya. Luar biasa,…!” sebut Binsar kesal.

Berbeda dengan Goklif Manurung dari PERKASA, dengan sedikit lebih santai mengatakan dengan gaya canda, kemungkinan Kejari Siantar masih menunggu jaksa baru yang berasal dari warga Siantar yang masih duduk di bangku kuliah, untuk nantinya menangani kasus PD PAUS ini.

“Nampaknya Kejari Siantar ini menunggu ada Anak Siantar yang sekarang masih kuliah di Fakultas Hukum. Nanti setelah ada yang tamat, melamar dan  diterima jadi jaksa. Ditempatkan di Kejari Siantar, dan dia itulah yang menangani penyidikan kasus PD PAUS. Barulah nanti Kejari Siantar ini berhasil menetapkan tersangkanya. Atau abang saja lah masuk kuliah di Fakultas Hukum, nanti jadi jaksa, barangkali masih sempat nanti menangani kasus ini bang?” ujarnya kepada jurnalis BatakToday, diikuti dengan tawa terbahak-bahak. (ajvg)

News Feed