Berkinerja Buruk, Tiga SKPD Tobasa Dapat Rapor Merah

  • Bagikan

Tobasa : BatakToday.  Tiga satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Kabupaten Toba Samosir mendapat rapor merah dari DPRD Tobasa karena berkinerja buruk pada evaluasi kinerja Tahun Anggaran 2014 dan 2015. Ketiga SKPD berkinerja buruk tersebut adalah Dinas Pertanian dan Perikanan, Dinas Pendidikan, dan Dinas Pariwisata.

“Badan Anggaran DPRD Toba Samosir akan bersikap wanti-wanti atau ekstra hati-hati dalam menyetujui setiap anggaran program dan kegiatan yang diajukan,” demikian dikatakan anggota Badan Anggaran DPRD Tobasa, Ramli Aruan kepada BatakToday, Selasa (15/9) di gedung dewan.

Lebih lanjut politisi Partai Gerindra ini menjelaskan, nilai rapor merah ketiga SKPD itu telah pernah mereka diskusikan pada saat rapat paripurna atas pengajuan rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban APBD 2014 yang dilaksanakan baru-baru ini.

Aruan menjelaskan bahwa indikator penilain kinerja setiap SKPD ini mereka hitung sejak Tahun Anggaran 2014 dan kinerja periode Januari – Juni 2015 terkait banyaknya pelaksanaan kegiatan fisik yang tidak sesuai dengan harapan maupun rancangan anggaran biaya (RAB).

“Kegiatan yang dilaksanakan ketiga SKPD ini banyak yang tidak tepat sasaran dan terkesan hanya menghabiskan anggaran saja,” tandas anggota komisi C ini.

BatakToday berulangkali melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Toba Samosir, Lalo H Simanjuntak melalui telepon selularnya, namun tidak menjawab, walaupun nada sambungnya aktif. Selanjutnya konfirmasi dilakukan melalui short massage service (SMS), namun juga tidak ada balasan.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Tobasa, Tua Pangaribuan ketika dikonfirmasi menjelaskan, soal penilaian rapor merah yang ditujukan ke satuan kerja yang dipimpinnya tidak pernah disinggung DPRD sebelum ini. Hanya saja, kata Tua Pangaribuan, DPRD pernah mengkritisi kinerja mereka terkait minimnya pendapatan asli daerah (PAD) yang dihasilkan Dinas Pertanian. Ketika itu juga DPRD menyoroti fungsi Balai Benih Ikan (BBI) Lumban Pea Tambunan dan BBI Lumban Julu yang tidak menghasilkan PAD.

“Juga termasuk PAD yang dihasilkan UPTD Pertanian Landbow dan alat-alat berat (traktor) pertanian yang minim menghasilkan PAD,” tandas mantan Kepala Badan Penyuluh Pertanian dan Perkebunan Tobasa ini.

Atas rendahnya capaian penerimaan PAD tersebut, kepada DPRD Pangaribuan telah berjanji akan memperbaiki kinerja satuan kerja yang dipimpinnya.

Ketua SBSI Kabupaten Toba Samosir, Periana Hutagaol, ketika dimintai tanggapannya justru mempertanyakan kenapa DPRD hanya memberikan rapor hanya kepada ketiga SKPD tersebut.

“Kinerja Dinas PU, Kehutanan, Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Tarukim, Dinas Sosial Perhubungan saya pikir pantas mendapat nilai rapor merah. Trus apa rupanya kinerja dinas ini ?” tandas Hutagaol yang dikenal vokal ini. (AP).

  • Bagikan