Besok Jokowi Tinjau Rumah Relokasi Pengungsi Gunung Sinabung

  • Bagikan

Medan, BatakToday –

Presiden Joko Widodo dijadwalkan meninjau sejumlah titik pengungsian dan kawasan rumah relokasi korban erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, besok, Kamis (24/9. Demikian penjelasan Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi kepada wartawan Rabu Siang saat menyampaikan hasil rapat terbatas pembahasan sejumlah persoalan dalam upaya penanganan korban erupsi Gunung Sinabung di kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/9) yang lalu.

Dalam rapat terbatas tersebut, Presiden Jokowi menginstruksikan sejumlah Kementerian dan lembaga terkait untuk menuntaskan penanganan bencana erupsi Gunung Sinabung paling lama Desember 2015. “Bapak Presiden juga berharap korban erupsi Gunung Sinabung segera mendapatkan hunian tetap dalam waktu dekat,” ujar Erry.

Jokowi telah meneken Keputusan Presiden (Keppres) No. 21 Tahun 2015 Tentang Satuan Tugas Percepatan Relokasi Korban Terdampak Bencana Erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara.

“Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Bapak Pramono Anung menjelaskan, melalui Perpres tersebut Bapak Presiden Jokowi telah menunjuk Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewyk Pusung untuk mengkoordinasikan penanganan di lapangan agar persoalan relokasi dan sebagainya bisa segera diselesaikan oleh pemerintah daerah setempat,” papar Erry.

Pemerintah Provinsi Sumut sendiri telah melaporkan sejumlah persoalan dalam upaya penanggulangan korban erupsi Gunung Sinabung yang dapat dituntaskan dengan melibatkan pemerintah pusat. Erupsi Gunung Sinabung memaksa dilakukan relokasi masyarakat yang berada pada radius 3 sampai 5 kilometer.

“Ada sedikitnya sepuluh desa yang berada pada radius tiga sampai lima kilometer. Semua harus direlokasi ke tempat yang aman. Tentu ini bukan pekerjaan yang ringan, apalagi dengan menyiapkan rumah siap huni dan lahan pertanian agar pengungsi dapat melangsungkan hidupnya dengan layak” sebut Erry.

Pembangunan rumah relokasi hunian tetap dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah relokasi tiga desa dengan jumlah 370 Kepala Keluarga (KK). Presiden Jokowi dan rombongan akan meninjau pembangunan rumah relokasi yang telah rampung ini.

Tahap kedua, pembangunan rumah relokasi hunian tetap bagi 1.683 KK dari 4 desa. Khusus untuk tahap dua ini, dalam rapat terbatas, Presiden Jokowi mempertanyakan ketersediaan lahan, mengingat lahan yang dibutuhkan tidak hanya tapak rumah relokasi, tetapi juga tanah pertanian bagi korban erupsi Gunung Sinabung di lokasi yang baru.

“Saya melaporkan, tiap KK direncanakan mendapat lahan pertanian masing-masing setengah hektar. Jadi kalau jumlah pengungsi yang direlokasi tahap pertama sebanyak 370 KK, artinya lahan pertanian yang dibutuhkan 185 hektar. Sedang penyiapan lahan pertanian untuk relokasi tahap kedua tentu membutuhkan lokasi lebih luas lagi, karena untuk 1.683 KK dari 4 desa,” papar Erry.

Kemudian relokasi tahap ketiga berasal dari masyarakat 10 desa dengan jumlah 2.615 KK atau 9.538 jiwa. Pengungsi tersebut juga termasuk dalam radius 3 sampai 5 kilometer yang terpaksa direlokasi. “Pemerintah Provinsi berharap Pemerintah Pusat mengeluarkan kebijakan khusus untuk penyiapan lahan ini, mengingat lahan yang dibutuhkan untuk pengungsi sangat luas,” harap Erry.

Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewyk Pusung, membenarkan jika dirinya telah mendapat perintah langsung dari Presiden untuk melanjutkan kegiatan relokasi korban  bencana Sinabung.

“Kodam I Bukit Barisan telah menyelasaikan pembangunan 370 rumah sesuai dengan target waktunya. Selanjutnya akan dilakukan relokasi tahap kedua dan tahap berikutnya. Pada prinsipnya, Kodam I Bukit Barisan dan juga jajarannya akan melanjutkan relokasi itu bersama Pemprov Sumut dan Bupati Karo,” tegas Lodewyk. (AFR)

  • Bagikan