Kasus Penikaman Oknum LSM Di Labusel Jalan di Tempat, Polres Labuhanbatu Didemo

  • Bagikan

Rantauprapat, BatakToday-

Akibat belum terungkapnya kasus penikaman yang menimpa Fahruddin Hasibuan (35), sejumlah aktivis yang tergabung dalam Forum Bela Rakyat Indonesia (FBRI) menggelar demo di markas Kepolisian Labuhanbatu, Senin pagi (28/9). FBRI mendesak polisi segera mengungkap kasus tersebut dan menangkap pelakunya.

“Kami meminta agar kasus tersebut dapat dituntaskan pihak kepolisian, tangkap pelaku penikaman itu. Sudah berapa lama kasus itu belum juga ditemukan titik terang,” teriak Fahruddin (korban penikaman, red) yang memimpin langsung unjuk rasa di depan Kantor Mapolres Labuhanbatu.

Meski sudah setahun lebih kasus penikaman yang menimpa Ketua LSM FBRI itu dilaporkan ke Polres Labuhanbatu, namun pihak kepolisian belum juga dapat mengungkap pelakunya.

Fahruddin menduga kuat peristiwa nahas yang menimpa dirinya ada kaitannya dengan proyek Bantuan Daerah Bawahan (BDB) tahun anggaran 2012 dan 2013 yang ia laporkan ke mapolres Labuhanbatu. Sebab, lanjut Fahruddin, pada waktu penikaman terjadi di suatu tempat di Kecamatan Tolan Kabupaten Labuhan Batu, Selasa (19/8/2014), pelaku sempat melontarkan kalimat ”Rasakan, mampus kau. Ngapain kau surati proyek bos kami”.

“Saat itu aku sudah ditikam, setelah aku terjatuh si penikam itu pun melontarkan kata tersebut sembari menancap gas yang menggunakan sepeda motor Vixion berwarna merah,” ungkap Fahruddin pada orasinya.

Polres Labuhanbatu berjanji akan segera menindak lanjuti kasus tersebut yang menimpa Faharuddin.

Sementara Fahruddin Hasibuan ketika diwawancarai sejumlah wartawan menduga penikaman yang dialaminya ada kaitannya dengan orang nomor satu di Labusel, karena ia menilai sebutan ‘bos’ yang dilontarkan pelaku penikaman merupakan diduga adalah orang nomor satu di Labusel (bupati, red).

“Aku menduga HN dan rekannya adalah suruhan orang nomor satu. Tapi karena belum tertangkap pelakunya, sehingga belum dapat dipastikan, meskipun HN sempat diperiksa di polsek. Sekarang dia kabur tak tau dimana rimbanya,” tutur Fahruddin.

Sebelumnya, Fahruddin ditikam saat mengendarai sepeda motor miliknya BK 2528 YAC dalam perjalanan dari Rantauprapat ke Kotapinang. Tepat di jalinsum Simpang Afdeling I Perkebunan Sisumut, Desa Pekan Tolan Kecamatan Kampung Rakyat, korban dipepet sepeda motor jenis Yamaha Vixion berwarna merah tanpa plat ditumpangi dua orang yang tidak dikenal oleh Fahruddin. Pengemudi sepeda motor menggunakan helm dan memakai jaket merah, sedang pelaku penikaman memakai jaket hitam.

Setelah memepet sepeda motor korban, pelaku langsung menusukkan benda tajam yang diduga pisau belati sebanyak dua kali kebagian perut korban. Korban pun terjatuh dan terkapar dengan tubu bersimbah darah di bahu jalan.

Dijelaskan Fahruddin, setelah ditikam, dia meminta tolong kepada orang yang melintas pertama kali yakni pengendara sepeda motor Honda Revo hitam. Namun penumpang sepeda motor Revo itu malam berkata ‘mati kau ke situ, di depan kau yang menikam itu,” ucap Fahruddin menirukan.

Fahruddin menduga, dua pengendara Honda Revo warna hitam yang melintas setelah dirinya ditikam adalah komplotan dari pelaku. “Jadi ada empat orang pelaku. Kemungkinan mereka suruhan,” katanya.

Korban kemudian minta tolong kepada seorang pengendara berikutnya yang saat itu sedang melintas. Pelintas segera menghubungi satuan polisi lalulintas Tolan dan selanjutnya petugas membawa korban ke RSU Nur Aini Blok Songo Kotapinang.

Sementara Humaira (34), isteri korban mengatakan, sebelum kejadian, pada bulan puasa tahun lalu, ada seseorang yang mencari-cari rumah mereka di Perumnas Padang Pasir Kecamatan Rantau Selatan. Oknum tersebut menumpang mobil dan bertanya kepada tetangganya, “Ibu tahu dimana rumah Fahruddin,” kata Humaria menirukan pertanyaan oknum itu kepada tetangganya. Humaria mengaku tidak mendapat tanda-tanda akan ada kejadian tersebut, karena sebelumnya tidak ada ancaman atau peringatan dari siapa pun yang tidak suka dengan keluarganya.

Ibu dua anak yang masih berumur 4 tahun dan 2 tahun ini berharap pihak kepolisian melindungi keluarga mereka dari ancaman pelaku penganiayaan kepada suaminya.

Sementara itu, data yang dihimpun BatakToday di RSU Nur Aini diketahui korban mengalami dua tusukan di bagian perut sebelah kanan dan kiri. (AS)

Keterangan gambar :

Fahruddin dan para aktivis berdemo di depan mapolres Labuhanbatu, Senin (28/9). (AS)

  • Bagikan