Dituding Diselewengkan, Ketua Koptan Satahi Berjanji Salurkan Bansos GP-PTT

  • Bagikan

Tobasa, BatakToday –

Ketua Kelompok Tani Satahi Desa Hutabulu Mejan Kecamatan Balige Kabupaten Toba Samosir, Haposan Simanjuntak berjanji secepatnya akan menyalurkan Bantuan Sosial Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT) padi kepada anggota kelompok tani yang dipimpinnya. Menurutnya tinggal 11 KK lagi yang belum menerima bantuan dari 41 KK anggota Kelompok Tani Satahi.

Sebelumnya Haposan dituding menggelapkan Bansos GP-PTT tersebut. Pasalnya bantuan GP-PTT yang dananya ditransfer ke rekening kelompok tani itu pengelolaannya tidak transparan. Bahkan kelompok tani yang dengan 41 anggota itu dituding tidak pantas mendapat bantuan GP-PTT, karena sebagian anggotanya mempunyai lahan basah (sawah). Program bansos itu juga tidak pernah disosialisasikan atau didiskusikan dengan anggota kelompok tani.

Beberapa orang anggota Kelompok Tani Satahi yang enggan disebutkan namanya, kepada Batak Today Kamis (1/10/2015) mengatakan, mereka termasuk beberapa anggota kelompok tani Satahi belum menerima bantuan pupuk, pestisida, bibit padi serta biaya penanaman. “Kami sebelumnya tidak tahu ada bantuan pemerintah kepada kelompok tani kami, dan sampai sekarang pun bantuan nya itu belum ada kami terima,” kata salah satu anggota kelompok tani itu.

Ia menambahkan, dari 41 KK anggota Kelompok Tani Satahi, lebih dari sepuluh KK ternyata tidak mempunyai lahan basah, melainkan lahan kering. “Kami sudah menanyakan hal ini kepada Ketua Kelompok Tani, Haposan Simanjuntak. Sepertinya dia tidak senang saat kami pertanyakan bantuan itu,” kata anggota kelompok tani berusia 45 tahun ini.

Ketua Kelompok Tani Haposan Simanjuntak ketika dikonfirmasi BatakToday, Kamis (1/10/2015) di rumahnya, mengakui bahwa bantuan yang diterima kelompoknya itu berupa pupuk, pestisida, bibit padi dan biaya penanaman, dan masih sebagian yang disalurkan.

Ketua Kelompok Tani yang merangkap Kepala Desa ini mengatakan, jumlah bantuan Program GP-PTT yang diterima sebesar Rp 2,9 juta per hektar. “Yang kami usulkan ketika itu seluas 54,5 hektar, namun yang disetujui hanya 20 hektar,” katanya, sembari menjelaskan dana GP-PTT itu masuk ke rekening kelompok tani.

Haposan Simanjuntak mengatakan, dia akan mengutamakan penyaluran bantuan kepada anggota kelompok tani yang memiliki lahan basah, karena sesungguhnya penerima bantuan tersebut diberikan kepada petani atau anggota kelompok yang memiliki lahan basah (padi) atau petani pola tanam jajar legowo (lahan sawah/padi).

Kepala Desa Hutabulu Mejan ini membantah telah menggelapkan bantuan GP-PTT tesebut, karena menurutnya bantuan itu masih tersimpan di rumahnya. “Siapa bilang saya mau menggelapkan bantuan itu. Semua bantuan itu masih ada di rumah kami, bila perlu ayo kita lihat,” katanya.

Dia berjanji secepatnya akan menyalurkan bantuan tersebut kepada anggota kelompok tani yang belum menerima. “Sekitar 11 KK lagi lah yang belum menerima bantuan itu, kita akan salurkan itu,“ kata Haposan yang sudah 13 tahun menjadi Ketua Kelompok Tani ini.

Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan kabupaten Toba Samosir, Tua Pangaribuan melalui Kepala Seksi Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Esnita Manurung, ketika dikonfirmasi belum lama ini mengatakan penerima jumlah penerima Bansos GP-PTT di Toba Samosir sebanyak sebanyak 71 kelompok tani.

Bansos GP-PTT tersebut sumber dananya dari APBN tahun 2015 yang dikelola Kementerian Pertanian, yang ditujukan untuk peningkatan produktivitas tananam pangan di Tobasa, dan dananya di salurkan langsung ke masing-masing rekening kelompok tani.

“Dan yang berhak untuk membelanjakan dan mempergunakan dana itu adalah anggota kelompok tani itu sendiri, sedangkan wewenang kami hanya mengontrol dan mengawasi penggunaan dananya,” kata Esnita Manurung, seraya menegaskan bahwa dana yang masuk ke rekening kelompok tani harus dibelanjakan seluruhnya, tidak boleh bersisa.

Esnita lebih lanjut menjelaskan, jumlah dana yang diterima masing-masing kelompok tani tergantung luas lahan yang diusulkan dan disetujui, dengan nilai bantuan Rp 2,9 juta per hektar. Kelompok tani penerima bansos ini tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Tampahan, Balige dan Laguboti. (AP)

  • Bagikan