2016, Sumut Miliki Lembaga Sensor Film

  • Bagikan

Medan, BatakToday-
Tahun 2016, Lembaga Sensor Film Daerah (LSF) Daerah di Sumut akan dibentuk. Sumut satu dari tiga provinsi yang akan menjadi pilot project pembentukan LSF di daerah, bersama dengan daerah Jawa Tengah (Yogyakarta) dan Sulawesi Selatan (Makassar).
Anggota LSF, DR Mukhlis Paeni, mengatakan hal itu saat bertemu dengan Sekda Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Hasban Ritonga, Senin (5/10) di kantor Gubernur. Pertemuan yang juga dihadiri sejumlah pejabat teras Pemprov Sumut termasuk anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumut Abdul Haris Nasution, Assisten Ahli Perfilman LSF Djamaludin Abidin dan DR Safwan Umry.

Menurut Mukhlis, Sumut termasuk daerah yang banyak memproduksi film. Hal ini yang menjadikan Sumut masuk kriteria prioritas pembentukan LSF di daerah. Selain itu, Sumut memiliki kekayaan dan keragaman budaya lokal yang rawan dipenetrasi budaya global yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa melalui media film.

Pembentukan LSF di ibu kota provinsi merupakan amanat Undang-undang RI Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman dimana pada Pasal 58 disebutkan LSF dapat membentuk perwakilan di ibukota provinsi. Namun implementasi pembentukan LSF di daerah masih tertunda karena Peraturan Pemerintah tentang LSF baru terbit pada tahun 2014 yaitu PP Nomor 18 tahun 2014 tentang Lembaga Sensor Film. Menurut Mukhlis untuk rencana tahap awal, pihaknya akan membentuk perwakilan di 10 provinsi yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur dan Bali.

“Dari 10 Provinsi itu, ada tiga daerah yang diprioritaskan dibentuk pada tahun 2016 ini, yaitu di Medan, Yogyakarta dan Makasar,” kata Mukhlis. Dilanjutkannya, dari 10 provinsi itu, hanya Sumatera Utara yang belum menandatangani nota kesepakatan pembentukan karena berbagai kendala teknis yang ada. Oleh karenanya, penandatanganannya ditargetkan pada bulan ini oleh Ketua LSF dan Gubernur Sumatera Utara. Setelah penandatanganan nantinya, diharapkan LSF Daerah Sumut segera terbentuk melalui dukungan APBN TA.2016 dan dukungan fasilitas Pemprov Sumut. LSF sudah menganggarkan dana pada tahun 2016 untuk seleksi 15 tenaga sensor film Sumut dan juga peralatan studio sensor film.

“Kami minta dukungan Pemprov berupa gedung dan tenaga administrasi PNS,” kata Mukhlis.
Nantinya Sumut akan memilih 15 tenaga sensor dari berbagai kalangan antara lain pemerintah, budayawan, tokoh agama, akademisi dan lainnya. Seleksi akan dilakukan Pemprov Sumut bersama LSF.

Informasi ini disambut gembira oleh pemerintah provinsi Sumut. Seperti disampaikan Sekda Provinsi Sumut Hasban Ritonga, “Kami menyambut gembira, karena daerah kita memang dulunya menjadi salah satu pelopor lahirnya film nasional”.
Dalam sejarah perfilman nasional, Sumut adalah daerah penghasil utama film setelah Jakarta dan Surabaya.  Hasban menyatakan Pemprov Sumut akan memberi dukungan untuk pembentukan LSF di Sumut yang ditargetkan pada tahun 2016. Menurutnya kehadiran lembaga tersebut di Sumut penting untuk melindungi masyarakat dari pengaruh negatif film. Lembaga ini juga penting bagi para produser film dan pengusaha film di daerah, untuk mendorong lahirnya film yang bermutu, yang ikut mempersiapkan masyarakat Sumut ke era perubahan dengan tetap menghargai nilai moral, budaya dan kesatuan bangsa. (AFR)

Keterangan Gambar:
Suasana pertemuan DR Mukhlis Paeni dengan Sekretaris Provinsi Sumut Hasban Ritonga di Kantor Gubernur Sumut, Senin (5/10).

  • Bagikan