Film Dokumenter Media Pembelajaran untuk Masa Depan

  • Bagikan

Medan,BatakToday–

Ketua Persatuan Artis Sinetron Indonesia (PARSI) Sumatera Utara Indra Taruna menilai Kota Medan berpotensi untuk mengembangkan dunia perfilman. Salah satu alasan yang mendukung adalah Kota Medan memiliki aktor dan aktris yang berbakat yang tidak kalah dengan daerah lain bahkan ibu kota Jakarta.

Menurut Indra, ketertinggalan yang terjadi saat ini dipengaruhi faktor-faktor lain, antara lain masih kurangnya dukungan para pemangku kepentingan. “Kita yakin, bila hal ini mendapat dukungan dari para stakeholder, dunia sinetron di Kota Medan tidak akan kalah dengan daerah lain,” tegas Indra usai pelaksanaan Festival Film Dokumenter (FFD) Sejarah Kota Medan yang diselenggarakan selama dua hari, 2 sampai dengan 3 Oktober di Grand Kanaya Hotel Medan.

Pihaknya merasa puas karena meski baru kedua kalinya digelar sudah mendapat antusiasme dari masyarakat. Kegiatan tersebut diikuti oleh 90 peserta dengan 25 judul film 12 kategori dan 3 nominasi. Melihat respon tersebut, pihaknya berharap akan bisa menggelar kegiatan secara berkesinambungan. “Perlu adanya kesinambungan dalam meningkatkan kreativitas seni dan budaya khususnya di kalangan generasi muda. Dunia perfilman merupakan salah satu sektor ekonomi kreatif,” jelasnya.

Juga disampaikan Indra, sambutan hangat yang disampaikan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut Elisa Marbun pada malam penutupan menjadi sumber enerji baru bagi pihaknya.

Elisa Marbun menyampaikan, film dokumenter penting untuk mendokumentasikan peristiwa yang terjadi, agar generasi muda mengetahui sejarahnya, karena sejarah adalah identitas di masa lalu dan pengetahuan untuk masa depan. Peristiwa dalam rangkaian film dokumenter lebih lestari dibandingkan penyampaian secara lisan. Selain itu film dokumenter adalah jembatan informasi yang mampu menjangkau masa depan untuk memahami masa lampau dan bisa dimanfaatkan untuk hari ini.

Pada kesempatan yang sama, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan, Drs Hasan Basri mengatakan, kegiatan FFD merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Medan guna meningkatkan kreativitas seni dan budaya generasi muda khususnya dalam bidang perfilman, yang dituangkan dalam bentuk audio visual.

Menurut Hasan Basri, FFD menjadi sarana dan fasilitas yang sangat menjanjikan dan akurat untuk membantu menyebarluaskan dan menginformasikan pembangunan Kota Medan yang dikemas secara menarik lewat film dokumenter, sehingga visi dan misi pembangunan Kota Medan secara tidak langsung dapat disampaikan melalui tayangan.

“Diharapkan dengan digelarnya FFD Sejarah Kota Medan ini, kita dapat memahami teknik pembuatan film dokumenter yang baik sehingga membuka wawasan yang pada akhirnya menumbuhkan minat untuk ikut serta dalam dunia perfilman. Hal ini sangat baik dalam mendukung perkembangan ekonomi kreatif,” ujar Hasan. (AFR)

Keterangan foto:

Sutradara terbaik Febry S (kiri), dan Fatma Ridha, pemeran pembantu wanita terbaik (kanan) pada Festival Fim Dokumenter (FFD) Sejarah Kota Medan 2015 di Hotel Grand Kanaya, Sabtu malam (3/10).

  • Bagikan