Pilkada Binjai: Debat Kandidat Akan Digelar Dua Kali

  • Bagikan

Binjai,BatakToday–

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Binjai telah menjadwalkan debat kandidat pasangan calon walikota dan wakil walikota Binjai. Debat pertama akan digelar pada tanggal 25 Oktober, disusul debat kedua sebulan kemudian, (25/11).

Komisioner KPU Kota Binjai Labaik Simanjorang membenarkan jadwal debat dimaksud. “Iya, debat kandidat kita jadwalkan dua kali. Debat kandidat pertama tanggal 25 Oktober dan kedua tanggal 25 November,” ujar Simanjorang ketika dikonfirmasi, Minggu (4/10).

Debat tersebut, sambungnya,  akan dilaksanakan di Hotel Grand Sarela Medan dan ditayangkan oleh dua stasiun televisi lokal. “Saat ini KPU Binjai sedang mempersiapkan materi yang akan diberikan kepada tim ahli dari berbagai disiplin ilmu,” jelasnya.

Simanjorang menjelaskan, ada enam materi yang nantinya akan dibahas dalam debat kandidat, antara lain bagaimana konsep walikota memajukan daerah, bagaimana melakukan percepatan pembangunan dan bagaimana menjaga keutuhan NKRI. “Ada enam enam materinya, cuma saya lupa tiga materi lagi,” ucapnya.

Ia menambahkan, dalam debat kandidat KPU Binjai tidak menggunakan panelis, tapi akan menggunakan dua orang moderator yang telah disetujui oleh ketiga tim kampanye paslon, yaitu Dr. H. Azhari Akmal Tarigan dan dr. Baharuddin jamil MA. “Nanti materinya akan kita berikan ke tim ahli untuk dipelajari. Kemudian tim ahli akan menyusun pertanyaan yang akan diberikan kepada moderator,” ucapnya.

Simanjorang menjelaskan, debat kandidat dilaksanakan oleh KPU dengan harapan masyarakat dapat mengenal lebih baik lagi calon wali kota dan wakil wali kota, baik dari visi misi dan juga program pasangan calon, serta dapat menilai kapabilitas dan integritas dari semua calon.

Direktur Eksekutif Institute for Regional Development (InReD) Lambok Sitanggang, ketika dimintai pendapat di Pematang Siantar, Senin (5/10), mengatakan debat kandidat KDH/WKDH sangat penting dilaksanakan dan ditayangkan secara luas agar pemilih dapat memahami dan mendalami visi, misi dan program masing-masing kandidat dengan baik. “Debat kandidat jauh lebih berarti ketimbang rapat umum atau penyebarluasan gambar kandidat di pinggir jalan,” ujar pria lajang usia 50 tahun ini.

Lambok mengapresiasi KPU yang telah berupaya mendorong kampanye cerdas dengan menggelar debat kandidat, namun pria berambut putih ini menyesalkan frekuensi debat hanya dilaksanakan dua kali. Menurutnya, setidaknya ada empat kali debat yang masing-masing dikemas untuk mengeksplorasi visi masing-masing kandidat untuk isu-isu sentral seperti pendidikan, kesehatan, tata ruang dan infrastruktur, perekonomian, transportasi, kepemudaan dan olahraga, kependudukan, pelayanan publik, dan reformasi birokrasi. “Dua kali debat tidak memadai untuk mendalami isi otak para kandidat tentang isu-isu utama itu,” tukas Lambok.

Sebagaimana diketahui, KPU Kota Binjai telah menetapkan tiga pasangan calon (paslon) wali kota – wakil wali kota Binjai yang akan bertarung pada pilkada tanggal 9 Desember, yaitu Muhammad Idaham-Timbas, Juliadi-Muhammad Tulen, dan Saleh Bangun-Dhani Setiawan Isma. (lud/Redaksi)

  • Bagikan