Peralatan Bengkel Alsintan Dinas Pertanian Tobasa Diduga Digelapkan

  • Bagikan

Tobasa, BatakToday-

Peralatan perbengkelan alat dan mesin pertanian (alsintan) antara lain mesin kompresor, mesin las, dan peralatan lainnya senilai Rp 190 juta lebih di Balai Alsintan Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Toba Samosir di duga raib dari balai tersebut.

Pengadaan peralatan perbengkelan sebelumnya direncanakan untuk keperluan pengoperasian bengkel perbaikan alsintan pada Balai Alsintan Landbow Sibarani Nasampulu Kecamatan Laguboti. Namun sejak dibangun, Balai Alsintan tersebut belum pernah dioperasikan, dan peralatan yang diadakan pada tahun 2013 itu diduga digelapkan oleh oknum pejabat di dinas tersebut.

Ketua LSM Garuda Kabupaten Toba Samosir, Parlin Sibarani kepada BatakToday baru-baru ini mengatakan, berdasarkan daftar kegiatan Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Tobasa Tahun Anggaran 2013, instansi tersebut mengalokasikan anggaran sebesar Rp 199.910.000 untuk pengadaan sarana prasarana Balai Alsintan UPTD Landbow Sibarani Nasampulu Kecamatan Laguboti, berupa mesin kompresor, mesin las dan beberapa peralatan lainnya.

Sesuai dengan amatan aktivis LSM tersebut, pihaknya tidak menemukan alat perbengkelan di Balai Alsintan, padahal anggarannya direalisasikan. “Kami sudah beberapa kali meninjau ke lokasi Balai Alsintan Landbow, namun wujud barang yang dibelanjakan tidak ada. Bahkan sejak Balai Alsintan dibangun pada tahun 2012, aktivitas di sana sama sekali tidak ada,” kata Parlin.

Parlin menambahkan, bangunan Balai Alsintan saat ini dalam kondisi kosong, halamannya ditumbuhi semak berduri, kondisi bangunan tidak terawat dan sebagian atapnya sudah bolong.

Parlin Sibarani menduga, oknum pejabat Dinas Pertanian sengaja mengalokasikan anggaran ke Balai Alsintan agar mereka bisa menggelapkan anggarannya untuk kepentingan pribadi. “Selama ini kan mereka tidak pernah memfungsikan Balai Alsintan itu, tapi kenapa mereka tetap mengalokasikan pengadaan alat perbengkelan di sana?,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Toba Samosir, Tua Pangaribuan ketika dikonfirmasi belum lama ini di kantornya mengatakan, tidak tahu persis soal pengadaan peralatan perbengkelan alsintan, karena pada tahun 2013 ia belum menjabat di sana, dan meminta Kepala Seksi Balai Alsintan, Amrol Sitorus untuk menjelaskan.

Namun Amrol Sitorus menampik untuk memberikan penjelasan dengan alasan yang sama bahwa ia pada saat pengadaan belum menjabat di Balai Alsintan. “Kepala Seksi Alsintan ketika itu adalah Apul Simanjuntak dan posisinya saat ini bertugas di Badan Penyuluhan. Dialah yang bertanggungjawab soal itu,” elak Amrol.

“Sudah berulang kali hal ini saya konfirmasikan sama dia (Apul Simanjuntak, red) tapi sampai sekarang dia tak kunjung datang. Nanti kami upayakan menjumpai dia ke rumahnya,” kata Amrol, seraya menambahkan bahwa serah terima jabatan antara Apul Simanjuntak dengan dirinya belum pernah dilaksanakan. (AP)

Keterangan Foto :

Gedung Balai Alsintan Landbow yang sejak dibangun tak pernah difungsikan sebagai perbengkelan alat dan mesin pertanian.

  • Bagikan