KTP Elektronik Berlaku Seumur Hidup

  • Bagikan

Tobasa, Batak Today-

Masyarakat tidak akan direpotkan lagi dalam mengurus dokumen kependudukan. Pasalnya, terhitung Januari 2015, Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) sudah berlaku seumur hidup sebagaimana diatur dalam UU Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan.

“Masa berlaku KTP elektronik ini adalah seumur hidup, termasuk KTP elektronik yang sudah diterbitkan sebelumnya, dan tidak perlu diganti dan itu sudah berlaku seumur hidup,” ujar Kepala Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan (Catpilduk) Kabupaten Toba Samosir, Sabam Pardosi kepada BatakToday, di ruangannya baru-baru ini.

Lanjut Sabam Pardosi, memang sebelumnya masa berlaku KTP elektronik ini ditentukan selama lima tahun, dan jika sudah mendekati akhir masa berlakunya, masyarakat wajib melakukan perpanjangan. Hal inilah yang berobah setelah UU Administrasi Kependudukan ini disahkan.

Mantan Camat Borbor ini menjelaskan, meskipun KTP elektronik sudah berlaku seumur hidup, namun masyarakat tetap bisa mengganti atau melakukan perubahan terhadap data di dalam KTP elektronik.

“Misalnya, pindah domisili, merubah status misalnya janda atau duda, perubahan status dari PNS menjadi pensiunan PNS atau tambah gelar profesi. Perubahan ini yang akan dilayani. Kalau tidak ada perubahan status, maka KTP akan berlaku seumur hidup,” ucap Sabam Pardosi.

Dilanjutkannya, terhitung Mei 2015 data kependudukan Toba Samosir berjumlah 220.200 jiwa. Dari angka tersebut, penduduk wajib KTP usia 17 tahun ke atas sebanyak 150.000, namun hingga saat ini jumlah yang memiliki KTP hanya 130.000 jiwa.

Terkait hasil pendataan kependudukan antara Badan Pusat Statistik (BPS) dengan Catpilduk yang selalu ada perbedaan yang signifikan, Pardosi tidak menampiknya. Menurut Pardosi, perbedaan terjadi karena kedua masing-masing instansi menggunakan metode yang berbeda.

Dijelaskannya, pendataan yang dilakukan BPS mengacu sesuai dengan fakta atau de facto, sedangkan Catpilduk mendata sesuai de jure. Artinya, BPS mendata di lapangan sesuai dengan wujud yang dilihat, sedangkan Catpilduk mendata di lapangan sesuai dengan daftar keluarga yang bersangkutan.

Sepanjang yang bersangkutan belum mengurus surat pindah domisili, maka yang bersangkutan masih sah sebagai penduduk daerah itu.

“Jadi, selama ini lebih banyak penduduk yang di data Catpilduk daripada BPS,” terang Pardosi.  (AP)`

Foto : Ilustrasi

  • Bagikan