Bakti Sosial UKM-KP Unimed: Kantong Plastik jadi Sarung Tangan

  • Bagikan
Peserta Bakti Sosial UKM-KP Universitas Negeri Medan melakukan aksi pembersihan selokan dan jalan dari tumpukan sampah di salah satu ruas jalan di kawasan Pancing Medan, Sabtu (17/10).

Medan, BatakToday

Unit Kegiatan Mahasiswa Kristen Protestan (UKM-KP) Universitas Negeri Medan (Unimed) menggelar bakti sosial di kawasan Pancing, Sabtu (17/10). Bakti sosial yang merupakan agenda tahunan itu melibatkan mahasiswa/i Kristen dari tujuh unit pelayanan fakultas Unimed. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan interaksi antara komunitas mahasiswa/i kampus Unimed dengan masyarakat, serta memicu kesadaran masyarakat untuk meningkatkan budaya bersih lingkungan secara konsisten.

Peserta Bakti Sosial UKM-KP Universitas Negeri Medan melakukan aksi pembersihan selokan dan jalan dari tumpukan sampah di salah satu ruas jalan di kawasan Pancing Medan, Sabtu (17/10).
Peserta Bakti Sosial UKM-KP Universitas Negeri Medan melakukan aksi pembersihan selokan dan jalan dari tumpukan sampah di salah satu ruas jalan di kawasan Pancing Medan, Sabtu (17/10).

Penanggungjawab kegiatan, Roubin Pangaribuan mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk menjawab kegelisahan mahasiswa dan masyarakat setempat terhadap masalah sampah. “Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat diharapkan akan semakin sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan”, katanya kepada BatakToday.

Roubin juga menjelaskan, pelaksanaan bakti sosial sebelumnya telah diberitahukan pengurus UKM-KP Unimed kepada pemerintah dan masyarakat setempat, serta kepada Dinas Kebersihan Kota Medan.

Mahasiswa jurusan elektro angkatan 2011 itu lebih lanjut mengatakan, kegiatan bakti sosial melibatkan mahasiswa/i dari tujuh unit pelayanan fakultas di Unimed, yakni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), FakultasI lmu Sosial (FIS), Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), dan FakultasTeknik (FT).

Kegiatan dimulai pukul 8.30 wib pagi hari, diawali dengan doa bersama, dan selanjutnya penanggungjawab kelompok bersama peserta langsung meluncur ke masing-masing ruas jalan yang telah ditentukan, yakni Jalan Rela, Jalan Pardamean dan Jalan Sering

Peralatan terbatas, kantong plastik menjadi sarung tangan

Peserta membersihkan jalan dan selokan yang penuh dengan sampah. Karena keterbatasan alat, banyak diantara peserta yang membungkus tangannya dengan kantong plastik ketika mengambil sampah dari selokan. “Paritnya ‘kan kotor, hitam lagi. Jadi kita pakai kantongan plastik sebagai ganti sarung tangan,” kata salah seorang mahasiswi dari Fakultas Ilmu Keolahragaan.

Alat yang digunakan berupa cangkul, sapu, serokan, dan parang dalam jumlah yang kurang memadai, sehingga digunakan secara bergantian oleh peserta.

Kegiatan bakti sosial pada ketiga ruas jalan berlangsung hingga pukul 13.00 wib dan dilanjutkan dengan makan siang bersama. Usai makan siang, sebagian mahasiswa ikut membantu memuat tumpukan sampah ke truk Dinas Kebersihan Kota Medan.

Bakti sosial berakhir dengan doa penutup di sekretariat UKM-KP Fakultas Teknik.

Membangun interaksi komunitas kampus dengan masyarakat

Lewi Sidabutar, peserta aksi sosial dari Unit Pelayanan FBS, berharap dengan peningkatan intensitas bakti sosial ke depan, interaksi antara komunitas kampus dengan masyarakat akan dapat menciptakan sinergitas dalam menyelesaikan berbagai persoalan. “Lingkungan ‘kan tempat tinggal kita bersama dengan masyarakat, jadi kita perlu bersama-sama menjaga kebersihannya,” ujar mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2011 ini.

Bukan hanya masalah kebersihan lingkungan, tetapi Lewi juga mengharapkan keterlibatan komunitas kampus bersama masyarakat untuk menangani masalah yang lain, diantaranya penanggulangan kenakalan remaja, pemberantasan peredaran narkoba, dan keterlibatan mahasiswa dalam penyelenggaraan pendidikan non formal berbasis keterampilan.

Lewi berharap, dengan adanya kegiatan bakti sosial yang intensif, interaksi dengan masyarakat setempat akan terjalin dengan baik.

Masyarakat di sekitar kegiatan bakti sosial juga mendukung kegiatan tersebut, ditandai dengan mengalirnya sumbangan minuman serta cemilan dari beberapa anggota masyarakat kepada mahasiswa yang sedang bekerja membersihkan selokan dan tepi jalan dari sampah yang berserakan.

Usna (38) kepada BatakToday mengatakan, “Kami sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Lingkungan kita jadi bersih. Mereka (mahasiswa, red) juga bekerja tanpa pamrih.”

Menurut wanita yang berprofesi sebagai pedagang tersebut, melalui kegiatan mahasiswa ini, masyarakat kawasan Pancing diharapkan semakin menyadari pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami sih, menjaga kebersihan. Sampah-sampah kami kumpulkan. Tapi, yang lain kan nggak. Sampah dibuang sembarangan”, katanya.

Penanggungjawab kegiatan, Roubin Pangaribuan, optimis kegiatan bakti sosial akan dilaksanakan secara kontinu. “Akan ada penambahan lokasi bakti sosial sesuai dengan potensi yang ada,” tutup Roubin. (SM)

  • Bagikan