Buruh FSPMI Tuntut Kenaikan UMP Sumut 2016 Minimal 20 Persen

  • Bagikan

Medan,BatakToday
Setelah aksi yang dilakukan massa buruh Gabungan Serikat Pekerja/Serikat Buruh Indonesia (GAPBSI), Kantor Gubernur Sumut kembali didatangi 500-an massa Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Unjuk rasa dipimpin langsung oleh Ketua DPW FSPMI, Minggu Saragih, antara lain menuntut kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Utara tahun 2016 minimal 20 persen.

Pihaknya menyayangkan kebijakan pemerintah untuk menetapkan kenaikan upah buruh dalam jangka waktu lima tahun sekali. “Upah yang kita terima saat ini sangat rendah, sangat tidak layak,” ujarnya. Dan ditegaskan Minggu Saragih, saat ini upah yang diterima buruh sangat murah. Pemerintah harus memperhitungkan dengan matang untuk menerbitkan RPP tentang Pengupahan.

Minggu Saragih mengancam, jika kebijakan itu tetap diterbitkan, maka buruh akan melakukan mogok kerja pada akhir Oktober, karena buruh tidak mau menerima kenaikan upah hanya 10 persen. Menurutnya, jika kenaikan upah hanya 10 persen, maka buruh Indonesia akan menjadi buruh termiskin di dunia.

“Saya mau sampaikan, jika RPP ini disahkan, maka Dewan Pengupahan yang selama ini menjadi alat bagi buruh tidak ada lagi fungsinya. Bahkan pemerintah akan otoriter dalam penetapan upah,” ujarnya, sembari menambahkan bahwa penyusunan RPP Pengupahan tidak melibatkan tripartit nasional.

Minggu menjelaskan, saat ini UMP Sumut sekitar Rp 1,6 juta. Untuk itu pihaknya meminta agar kenaikan UMP tahun 2016 minimum sebesar 20 persen dari UMP tahun 2015.

Selain itu, pengunjuk rasa juga menuntut pencabutan izin usaha outsourcing yang melanggar aturan. “Kami meminta agar izinnya dicabut,” seru Minggu.

Pada akhir orasinya, Minggu Saragih meminta agar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera mengirimkan pernyataan sikap FSPMI kepada pemerintah pusat.

Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Ferlin Nainggolan mewakili Pemerintah Provinsi Sumut berjanji akan mengambil tindakan terhadap pengusaha outsourcing yang melanggar aturan. Namun Ferlin meminta laporan tertulis tentang pelanggaran dimaksud.

Ferlin juga berjanji segera mengirimkan pernyataan aspirasi buruh FSPMI ke pemerintah pusat melalui faksimili. (AFR)

Keterangan foto:

Massa FSPMI saat tiba di kantor Gubernur Sumut dengan mengusung poster dan sejumlah umbul-umbul yang dipimpin langsung Ketua DPW FSPMI Sumut Minggu Saragih, Selasa (20/10).

  • Bagikan