Bernilai Ratusan Juta Rupiah, Bangunan Bak Penampung Tinja Dibiarkan Terlantar

  • Bagikan

Toba Samosir, BatakToday-

Penelantaran aset pemerintah yang dibangun dengan menggunakan uang rakyat kembali terungkap di Kabupaten Toba Samosir. Kali ini ditemukan bangunan bak penampung tinja yang terletak di lokasi Tempat Pembungan Akhir (TPA) Pintu Bosi, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir, yang sejak dibangun pada tahun 2014, hingga saat ini tidak dimanfaatkan dan dibiarkan terlantar.

Salah seorang petugas honorer TPA Pintu Bosi, Boru Hutajulu, yang ditemui BatakToday di lokasi TPA mengatakan, sejak dibangun bak penampung tinja itu belum pernah dimanfaatkan.

“Dulu sebelum dibangun,  dikeluhkan tempat pembuangan tinja di Tobasa belum ada, Tapi setelah dibangun ternyata tinjanya tidak pernah dibuang ke sana,” ujarnya ketus.

Boru Hutajulu menjelaskan, bak penampung tinja itu dibangun pada bulan November 2014. Ia sangat menyayangkan bangunan itu dibiarkan terlantar dan tidak dimanfaatkan.  “Jika begitu lebih baik bak itu dibuat jadi kolam ikan. Karena sangat cocok itu jadi kolam ikan,” katanya sembari mengais dan memilah-milah sampah yang berserakan.

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Pasar dan Kebersihan Kabupaten Toba Samosir, Washington Pangaribuan, ketika dikonfirmasi BatakToday, Rabu (21/10) di ruangannya, membenarkan bak penampung tinja yang dibangun dengn biaya Rp 200 juta itu belum pernah dimanfaatkan. “Jalan ke lokasi masih labil karena baru dibuka. Bisa-bisa mobil pengangkut tinjanya terperosok,” kilah mantan Kepala Bidang Pendapatan pada Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Tobasa itu.

Washington menjelaskan, pada saat pengajuan anggaran pembangunan bak penampung tinja pada tahun anggaran 2014, pihaknya juga menyurati Dinas Tarukim agar menampung anggaran pembangunan rabat beton pada jalan menuju lokasi bak penampung tinja tersebut, namun permintaan itu tidak ditanggapi. Lebih lanjut Washington mengungkapkan, pihaknya mencoba mengajukan anggaran pembangunan rabat beton tersebut pada RAPBD tahun anggaran 2015, namun ditolak oleh DPRD dengan alasan pekerjaan itu adalah bagian dari tugas dan fungsi Dinas Tarukim.

Washington mengaku, hingga saat ini limbah tinja masih dibuang ke Dolok Tolong, namun masyarakat di sekitar lokasi pembuangan telah menyatakan keberatannya. “Kita akan tetap mengupayakan bangunan bak penampung tinja itu supaya difungsikan, karena kami juga tidak mau hal itu menjadi sorotan,” tutupnya.

Amatan Batak Today, lokasi bangunan bak penampung tinja yang berada di bawah jurang itu diperkirakan akan menyulitkan mobil pengangkut tinja mencapai lokasi. Kondisi bangunan tampak tidak dirawat dan ditutupi semak. (AP)

Keterangan Foto :

Bangunan bak penampung tinja milik Dinas Pasar dan Kebersihan Kabupaten Tobasa, dibiarkan terlantar dan tidak difungsikan.

  • Bagikan