KPU Binjai Dinilai Tidak Profesional

  • Bagikan

Binjai, BatakToday

Pelaksana pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Binjai dinilai tidak profesional dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Pasalnya, tiga belas hari telah berlalu sejak hujan dan angin kencang memporakporandakan alat peraga kampanye (APK) tiga pasangan calon (paslon) peserta pilkada serentak tanggal 9 Desember mendatang, KPU Kota Binjai belum juga melakukan perbaikan.

02_Kondisi APK paslonHal tersebut diutarakan Ketua Bara JP Kota Binjai, Alfan Arsyad, saat ditemui di kediamannya, Kamis (22/10). “Coba lihat, hampir seluruh APK rusak sejak hujan beserta angin kencang yang terjadi Jumat (9/10) lalu. Lucunya, sudah 13 hari APK yang rusak tersebut masih dibiarkan begitu saja,” sergah Arsyad.

Arsyad mengungkapkan kekuatirannya, pembiaran yang dilakukan KPU Kota BInjai bisa dimaknai lain oleh masyarakat. “Coba cek sekarang di Jalan Juanda. APK yang berdiri hanya spanduk  paslon nomor 1 saja, sedangkan paslon nomor 2 dan nomor 3 sudah tidak ada ditempatnya,” katanya. Arsyad mendesak pihak terkait secepatnya memperbaiki APK yang rusak atau minimal mengamankan APK paslon yang sudah dalam keadaan tidak wajar. Menurutnya, pembiaran tersebut mengakibatkan baliho dan spanduk paslon banyak yang hilang.

Pantauan BatakToday, kerusakan APK paslon yang tersebar di seluruh kecamatan sangat mengganggu keindahan Kota Binjai. Pembiaran APK paslon yang rusak sedang paslon lain APK-nya masih berdiri menjadi bahan gunjingan masyarakat yang cenderung menuduh KPU Kota Binjai sengaja melakukan pembiaran untuk menguntungkan paslon tertentu.

Di tempat lain, Sekretaris LSM Kombesius Muhammad Ilyas menyayangkan pembiaran yang dilakukan KPU Kota Binjai. Menurutnya hal itu menimbulkan keraguan masyarakat terhadap profesionalitas dan netralitas KPU Kota Binjai sebagai pelaksana pilkada.

KPU Kota Binjai memutuskan alokasi anggaran sebesar Rp 200 juta untuk biaya perbaikan APK yang rusak dan mengganti yang hilang. Besaran anggaran ini disepakati setelah ke lima komisioner KPU Kota Binjai melakukan rapat pleno terkait anggaran perbaikan alat peraga kampanye (APK) yang rusak dan hilang. Anggaran perbaikan tersebut dialihkan dari anggaran perjalanan dan pos belanja lainnya. (lud)

Keterangan foto:

  1. Deklarasi pilkada damai tiga pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Binjai, Jumat (4/9) yang lalu.
  2. Variasi kerusakan APK pasangan calon di Jalan H Juanda Binjai, hari ini, Kamis (22/10).
  • Bagikan