Randiman: Inilah Sumber Malapetaka Itu !

  • Bagikan

Medan, BatakToday-

Gesit, cekatan dan enerjik. Setidaknya ketiga kata itu bisa menggambarkan sosok Randiman Tarigan sejak menjabat sebagai Penjabat Wali Kota Medan beberapa waktu yang lalu. Irama kerjanya nyaris tak bisa diikuti jajarannya, sehingga kerap membuatnya kecewa saat blusukan ke kelurahan maupun kecamatan. Seperti yang ditemuinya di kawasan Jalan Amaliun, Kelurahan Kota Matsum III, Kecamatan Medan Kota, Senin (26/10).

Kala Randiman berjalan kaki di kawasan tersebut, bukan barisan warga yang menyambutnya melainkan tumpukan sampah, parit dan drainase yang mengalami pendangkalan.

Didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setdakot Medan, Qamrul Fatah, ia mengatakan, hal itu terjadi akibat ketidakperdulian camat, lurah hingga kepala lingkungan (kepling). Padahal, parit seperti di Jalan Amaliun Gg Kesatuan sangat vital untuk menampung debit air hujan dan selanjutnya mengalirkan ke drainase besar di Jalan Sisingamangaraja Medan.

Mirisnya, penuturan warga sekitar kepada Randiman, kondisi ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Selain parit tersumbat, mantan Kabag Umum Setdakot Medan ini juga menemukan ada titi rumah warga yang ambruk dan material pecahannnya menyumbat parit.  Yang membuat Randiman tidak habis pikir, camat, lurah maupun kepling tidak perduli dan membiarkan pecahan material titi tersebut  tetap menyumbat parit.

“Inilah sumber malapetaka itu. Bagaimana kawasan ini tidak banjir, parit dipenuhi sampah dan ada titi yang ambruk menyumbat parit dibiarkan saja. Padahal jika camat, lurah dan kepling perduli, banjir di kawasan ini dapat diminimalisir,” kata Randiman kecewa.

Sontak seorang kepling saat itu menegur warga, namun tingkah itu justru membuat Randiman semakin kesal. “Jangan pernah sekalipun salahkan warga. Kita yang salah, sebab melakukan pembiaran dan tidak perduli dengan apa yang terjadi. Padahal ini masih tanggung jawab dari camat, lurah dan kepling. Saya yakin kalau camat, lurah dan kepling mau, masalah penyumbatan parit ini bisa diatasi !” tegasnya.

Randiman pun minta petugas Dinas Bina Marga dihubungi untuk melakukan pengorekan parit maupun drainase hari itu juga. Tak lama berselang petugas Dinas Marga tiba, Randiman selanjutnya memberikan instruksi. Petugas Dinas Bina Marga pun melakukan pengorekan, termasuk membersihkan material titi yang ambruk.

Kemudian ia menginstrukasikan kepada camat untuk mengawasi jalannya pengorekan parit hingga bersih dari sampah. Untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan sampah, Randiman  minta dipasang jerajak besi di atas permukaan parit, persis di sudut Gg Kesatuan.

Pemantauan juga dilakukan di sepanjang Jalan Amaliun sampai persimpangan Jalan Laksana. Dilanjutkan peninjauan parit di Jalan Laksana sampai persimpangan Jalan Rahmadsyah. Air parit yang ada di sisi kiri maupun kanan jalan tergenang dan tidak mengalir akibat tersumbat sampah.

Di persimpangan Jalan Laksana-Jalan Rahmatsyah, setelah menerima informasi dari warga, Randiman langsung memerintahkan Dinas Bina Marga untuk melakukan pengorekan, sebab ada patahan gorong-gorong yang belum diangkat di bawah jalan yang menjadi pemicu terjadinya banjir selama ini. “Saya minta pengorekan secepatnya dilakukan, dan saya akan tinjau  kembali untuk memastikan apakah pengorekan telah dilakukan atau tidak,” ungkapnya.

Usai melakukan peninjauan, Randiman menegaskan akan terus melakukan peninjauan di seluruh kecamatan dan kelurahan yang ada di Kota Medan. Ayah empat anak ini ingin melihat sejauh mana tindak lanjut yang telah dilakukan para camat dan lurah pasca rapat di pendopo rumah dinas Wali Kota dua hari setelah pelantikan dirinya menjadi Pj Wali Kota Medan.

Sejak awal, banyak pihak yang mencibir gebrakan Randiman sekedar pencitraan. Tapi sepertinya Randiman tidak perduli dengan tuduhan miring itu. Sebagai penjabat wali kota di masa transisi, ia tidak punya banyak waktu untuk membenahi Kota Medan. Tapi setidaknya Randiman sedang memberikan contoh kepada pemimpin kota yang akan datang, betapa waktu yang ada harus dimanfaatkan secara optimal untuk membenahi kota dengan warisan masalah yang sangat kompleks ini. (AFR)

Keterangan foto:

Pj Wali Kota Medan Randiman Tarigan saat blusukan menemukan parit yang tersumbat akibat tumpukan sampah, Senin (26/10).

  • Bagikan