Industri Kreatif, Pilar Perekonomian Indonesia Masa Depan

  • Bagikan

Medan, BatakToday-

Industri kreatif Indonesia menyumbang 7% Produk Domestik Bruto (PDB) atau sekitar Rp 641,815 triliun, dan angka ini bertumbuh sebesar 10,9% dari tahun 2012 sampai 2013. Dan sejak 2006 industri kreatif telah bertumbuh hampir 100 % yang berdampak pada penyerapan tenaga kerja bagi 11,9 juta angka kerja muda dan pembukaan usaha baru.

Kebijakan investasi dan dukungan pemerintah bagi pertumbuhan industri kreatif mendapat apresiasi dari pemerintah Australia yang disampaikan pada peluncuran buku, Creative Business in Australia belum lama ini, hasil kerjasama antara pemerintah Australia dengan University of Technology Sydney (UTS) periode 2009-2015 dalam tahun kerja Creative Industries Innovation Centre (CIIC). Demikian disampaikan Dr Matthew Holt, program manager untuk Disain dan Arsitektur di UTS:INSEARCH di Medan, Selasa (27/10).

“Dengan pembukaan ASEAN Economic Community (AEC) untuk industri kreatif di akhir tahun 2015, pemuda Indonesia harus didorong melalui pendidikan untuk mengembangkan keterampilan yang kuat dan pengalaman untuk bersaing dalam peluang yang ada saat ini,” kata Holt.

Sebagai bentuk dukungannya, perwakilan senior dari UTS:INSEARCH akan melakukan serangkaian Design Masterclasses di Indonesia pada bulan ini. Kelas itu peruntukkan bagi pelajar SMA di lima kota besar dengan tujuan membantu pelajar mengembangkan pemahaman mereka tentang proses disain, percobaan dalam menggabungkan bentuk dan gerakan, menerapkan pemikiran disain untuk memecahkan masalah, dan belajar tentang peluang karir di industri kreatif. Medan menjadi kota pertama dengan pertimbangan jumlah penduduk lebih dari 2,5 juta jiwa dan merupakan kota yang memiliki potensi bagus bagi perkembangan industri kreatif.

Selain itu, lanjut Holt, Indonesia memiliki sejarah budaya yang panjang dalam kreativitas dan ditunjukkan melalui banyak variasi seperti batik dan disain arsitektur yang unik.

Naomi Salomon, dosen disain UTS:INSEARCH menambahkan, program studi yang ditawarkan di UTS difokuskan untuk mempersiapkan mahasiswa untuk mampu bersaing meraih peluang dalam industri kreatif global, khususnya dalam menghadapi AEC.

“Tren dalam disain kreativitas dan arsitektur sekarang dipengaruhi oleh skala global, dimana ide-ide internasional mempengaruhi praktik lokal,” katanya.

Naomi mengungkapkan, UTS juga menawarkan pilihan bagi mahasiswa untuk sebuah pengalaman internasional dengan menghadiri Global Studio, yang memungkinkan mereka untuk berpartisipasi dalam tur studi intensif di negara lain. Dengan tur tersebut, mahasiswa dapat menjelajahi kreativitas serta disain estetika dari negara yang dikunjungi, seperti belajar tentang disain multidisiplin di Indonesia, komunikasi visual dan animasi di Jepang, serta tekstil dan fashion di India.

Juga dikatakannya, akhir-akhir ini permintaan untuk tenaga kerja profesional dengan kemampuan disain semakin meningkat hampir di semua lini, antara lain di bank, perusahaan telekomunikasi, retail, pendidikan dan penyedia layanan kesehatan.

“Tenaga kerja kreatif dapat meniti peluang karir yang lebih beragam di masa depan. Tidak hanya di bidang arsitektur, disain dan seni visual, tetapi juga akan terus meluas ke sektor lainnya,” lanjutnya.

Untuk mendorong mahasiswa Indonesia yang ingin belajar disain, UTS:INSEARCH menawarkan beasiswa sebesar AUD$1,000 untuk biaya kuliah jika mendaftar paling lambat Desember 2016. Penerima beasiswa akan diundang untuk sebuah pelatihan khusus di Sydney untuk membantu penyesuaian lingkungan.

“Untuk mengajukan Cultural Connections Scholarship, pelajar harus menghubungi agen pendidikan mereka dan menyerahkan esai 200 kata tentang what they are most looking forward to learning or experiencing about Australian culture,” kata Stefani Sugiarto, koordinator regional UTS:INSEARCH yang didampingi Hanna Siregar, senior associate Golin Jakarta. (AFR)

Keterangan Foto:

Koordinator Regional UTS:INSEARCH Stefani Sugiarto bersama program manager untuk Disain dan Arsitektur di UTS:INSEARCH, Dr Matthew Holt, dan Dosen Desain, Naomi Salomon saat memberi keterangan tentang program UTS:INSEARCH kepada media di Medan, Selasa (27/10).

  • Bagikan