Reinhard Silalahi : Pendidikan Harus Memerdekakan dan Membebaskan

  • Bagikan

Medan, BatakToday-

Sebagaimana tujuan pendidikan nasional yakni menciptakan insan mandiri yang tidak tergantung pada orang lain, tetapi juga tidak individualis, insan yang dapat mengatur dirinya sendiri dalam rangka hidup bersama, hal itu yang menjadi pedoman Yayasan Pendidikan Nasional Medicom. Demikian disampaikan Ketua Yayasan Akademi Manajemen Informatika Komputer (AMIK) Medicom, dr Reinhard Silalahi, pada sidang senat terbuka AMIK Medicom di Pardede Hall, Selasa (27/10).

Dikatakannya, hakikat mencerdaskan kehidupan bangsa adalah gerakan transformasi budaya dari tradisional dari feodalistik menjadi modern, rasional, demokratis, dan berorientasi pada ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Pendidikan yang baik akan menjadi penggerak tranformasi budaya bagi perubahan sikap hidup dari sekedar menerima nasib menjadi manusia yang memiliki jati diri dalam menghadapi tantangan hidup di zaman modern ini,” katanya pada acara wisuda AMIK Medicom angkatan X yang mewisuda 1001 orang, diantaranya sebanyak 682 orang (68%) telah memiliki pekerjaan.

Menjadi kebanggaan bagi pihaknya bisa menciptakan sarjana muda yang telah berkarir walau masih duduk di bangku kuliah. “Pendidikan harus memerdekakan dan membebaskan masyarakat dari belenggu kebodohan,” tambahnya.

Juga ditekankannya, hanya pekerja keras lah yang memiliki kesempatan untuk sukses dalam hidup.

Dalam laporannya, Direktur AMIK Medicom, Benny Hamid Hutagalung MM menyampaikan, Indonesia mulai tahun ini memasuki fase bonus demografi, dimana dari 100 orang usia produktif menanggung kurang dari 50 orang usia tidak produktif. Bonus ini lanjutnya, akan bermanfaat apabila penduduk yang berusia 15-29 tahun berpendidikan cukup dan sehat.

“Secara teori, dengan lebih besarnya jumlah penduduk usia produktif daripada yang tidak produktif, maka ini akan menjadi penggerak kegiatan perekonomian,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, keberhasilan Medicom sangat tergantung kepada keaktifan mahasiswa. “Kami berupaya agar anak-anak kita siap menghadapi bonus demografi dan masyarakat ekonomi ASEAN dengan program magang,” ujarnya.

Acara wisuda dihadiri perwakilan Kopertis Wilayah-I Sumut, Kepala Biro Yayasan Medicom Maslan Sihombing, para orangtua, mahasiswa/i, dan civitas academika AMIK Medicom. Partner AMIK Medicom dari dunia usaha tampak hadir Dewo Pratolo Ajie mewakili BTN, perwakilan PTPN dan perwakilan institusi lainnya yang menjadi tempat magang mahasiswa/i AMIK Medicom, (AFR)

 Keterangan Foto:

SIDANG SENAT: Ketua Yayasan AMIK Medicom dr Reinhard Silalahi, Direktur AMIK Medicom Benny Hamid Hutagalung MM, beserta jajaran senat, pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Angkatan Tahun X Yayasan Nasional AMIK Medicom Medan, di Pardede Hall, Selasa (27/10).

  • Bagikan