Panwaslih Humbahas Dua Kali Surati KPUD, Berkas Syarat Dukungan Paslon Independen Belum Diserahkan

  • Bagikan

Humbahas, Bataktoday

Panwaslih Humbahas untuk kedua kalinya menyurati KPUD perihal penelitian dan pencermatan ulang data syarat dukungan pasangan calon perseorangan atau independen. Hal tersebut merupakan tindak lanjut surat edaran Bawaslu RI No. 0268/Bawaslu/IX/2015, tanggal 18 September, kepada seluruh Panwaslih se-Indonesia untuk melakukan pencermatan ulang terhadap syarat dukungan pasangan calon independen,

Nelson Simamora, Ketua Panwaslih Kabupaten Humbahas, kepada BatakToday Sabtu (31/10), mengakui bahwa pihaknya telah dua kali melayangkan surat ke KPUD Humbahas. Namun hinga kini tidak ada jawaban dari KPUD Humbahas. “ Kami tidak tahu apa yang menjadi alasan KPUD belum membalas surat kita atas permintaan data syarat dukungan paslon perseorangan untuk penelitian dan pencermatan ulang.” Surat pertama dikirim pada tanggal 9 oktober dengan nomor surat 00/479/Panwas HH/ 02/X/2015. Selanjutnya untuk keduakali, pada tanggal 27 Oktober, dengan nomor surat 001/533/Panwas HH/ 02/X/2015.

Oleh sebab itu, Nelson menegaskan bahwa pihaknya akan kembali melayangkan surat yang ketiga ke KPUD Humbahas, “ Jika surat kita yang ketiga juga tidak diindahkan oleh KPU, maka Panwas akan tetap menjalankan instruksi Bawaslu RI sesuai tugas pokok dan fungsi kami selaku lembaga pengawasan pemilihan secara profesional berdasarkan aturan perundang-undangan yang berlaku. Hal tersebut mengingat bahwa dalam isi SE Bawaslu tersebut, Panwaslih diwajibkan melaporkan hasil penelitian dan pencermatan ulang berkas dukungan paslon perseorangan. Perlu juga dicatat, bahwa kami Panwalih Humbahas sebelumnya pernah menganjurkan ke Komisi A DPRD Humbahas agar KPUD dan Panwaslih dipanggil guna membahas situasi saat ini. Namun sepertinya kesibukan KPUD padat sekali sehingga tidak dapat hadir, sehingga pertemuan itu pun batal ” tegasnya.

Ketua KPUD Humbahas, Leonard Pasaribu, yang dimintai penjelasannya Sabtu (31/10), terkait belum diberikannya jawaban atas surat Panwaslih tersebut, menatakan, “Kami sudah meminta Panwaslih untuk memfotokopi sendiri data yang dimohonkan. Sebab ada puluhan ribu berkas, bisa memenuhi satu ruangan, Apa lagi butuh biaya cukup besar untuk itu.”, kilahnya.

Leonard menambahkan, mengapa baru sekarang Panwaslih melakukan itu, apakah ada unsur-unsur tertentu. “Kita bukannya takut, tapi kenapa mereka mintanya yang aneh-aneh . Tetapi, ya udah,  kami siap jika harus demikian, silahkan saja lah “ ujarnya sedikit pasrah.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Utara Syafrida R Rasahan, Jumat (30/10) kepada awak media mengatakan perihal tidak diindahkannya surat Panwaslih oleh KPUD Humbahas. Ia mengatakan Komisioner KPUD Humbahas dengan sikapnya itu dapat diajukan ke DKPP. Namun itu tergantung teman-teman Panwas, jika itu mereka nilai bertentangan dengan kode etik penyelenggaraan pemilihan. Kami selaku Bawaslu sifatnya hanya supervisi, tidak bisa intervensi terhadap langkah-langkah yang diambil kawan-kawan di Panwas”, terangnya. (FT)

  • Bagikan