Aliansi Pekerja Buruh Sumatera Utara Gelar Aksi ‘Pemanasan' Tolak PP 78

  • Bagikan

Medan, BatakToday

Seratusan buruh yang menamai dirinya sebagai Aliansi Pekerja Buruh Sumatera Utara kembali mendatangi Kantor Gubernur Sumut di Jalan Diponegoro Medan, Selasa (3/11/2015). Mereka menyampaikan aspirasi penolakan penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan yang dinilai tidak pro terhadap nasib kaum buruh.

Penerbitan PP 78 tahun 2015 tersebut dinilai sebagai upaya pemerintah melindungi pengusaha dan melanggar dengan UU Nomor 13 tahun 2003.

02 Pengamanan aksi_edit“Jangan sampai kembali ke orde baru. Negara tidak boleh melakukan penjoliman kepada rakyatnya. Kami datang menolak PP yang ditetapkan rezim pemerintahan Jokowi-JK,” kata koordinator aksi Bambang Hermanto dalam orasinya.

Bambang sangat menyayangkan penandatanganan PP tersebut, juga dinilai cacat karena tidak terlebih dahulu disosialisasikan. Bahkan, lanjutnya, dalam aturan tersebut tidak akan memberi sanksi kepada pengusaha jika tidak memberikan hak-hak buruh. Maka menurut buruh, pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla berpihak kepada kaum liberalis.

“PP tersebut tidak mengatur secara tegas tentang sanksi pidana terhadap pengusaha yang melanggar pembayaran upah yang tidak sesuai dengan pengupahan, ditambah lagi peninjauan komponen standar KHL selama 5 tahun sekali. Sudah dipastikan upah buruh di Indonesia ke depan akan menganut upah murah dan buruh termiskinkan sepanjang masa,” katanya.

Buruh juga mendesak pemerintah untuk menaikkan upah buruh sebesar 37 persen pada tahun 2016 dan meminta penghapusan status buruh outsourcing. “Kami juga mengecam keras tindakan represif aparat keamanan dalam menangani aksi unjuk rasa buruh yang terjadi pada demo buruh 30 Oktober 2015 di depan istana,” ujarnya.

Kepada wartawan Bambang mengungkapkan, pihaknya akan melakukan aksi hingga tanggal 6 November yang akan datang. “Ini baru pemanasan,” katanya. (AFR)

Keterangan Foto:

  1. Pendemo menyampaikan orasi penolakan PP 78 di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara jalan Diponegoro Medan, Selasa (3/11).
  2. Pengamanan aksi oleh aparat kepolisian dan Satpol PP.

  • Bagikan