Sudah Tujuh Korban Aksi Penyerangan, Buruh Tetap Minta PP 78 Dibatalkan

  • Bagikan

Medan, BatakToday

Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSMI) Sumut kembali mendatangi Kantor Gubernur Sumut di Jl Diponegoro Medan, Kamis (5/11), melakukan aksi unjukrasa penolakan Peraturan Pemerintah No 78 tahun 2015 tentang Pengupahan. Buruh tidak akan berhenti jika pemerintah tidak kunjung memberikan sikap untuk pencabutan PP tersebut, maka buruh mengancam akan terus melakukan aksi.

“Kita akan terus lakukan aksi sampai pemerintah menyatakan sikap yang jelas. Sampai hari ini belum ada, makanya kita terus menuntut,” kata Alex Fau, seorang koordinator aksi dari Aliansi Buruh yang turut bergabung dalam aksi ini.

Menurut buruh, seperti disampaikan Alex, PP 78 tersebut bahkan bertentangan dengan UU nomor 23 tahun 2003 khususnya mengenai jaminan dan target kesejahteraan buruh.

Di tengah ratusan massa buruh, Alex Fau juga mengatakan pihaknya sangat menyayangkan aksi penyerangan terhadap rekannya yang terjadi di Kawasan Industri Medan (KIM) I Mabar, Belawan, Rabu (4/11) saat akan menjemput massa.  “Kita sudah adukan ke Poldasu, agar pelaku tindak kekerasan tersebut ditindak dan dihukum sesuai peraturan yang berlaku. Bahkan siapa orang di belakang mereka supaya diselidiki,” ujarnya.

“Kita yakin, aksi penyerangan sudah direncanakan. Buktinya rekan-rekan kita yang menjadi korban di serang oleh sekelompok orang yang keluar dari gudang di sana,” sambung Fau.

Pihaknya mendesak kepolisian segera mengusutnya. Alex menilai, insiden tersebut bagian dari kelalaian Kapolresta KP3 Belawan. Jadi menurutnya, Polresta Belawan bertanggungjawab atas kejadian tersebut.

Setelah rehat dan makan siang beberapa waktu, massa kembali melakukan orasi dengan menggunakan pengeras suara. (AFR)

Foto: Alex Fau, koordinator aksi

  • Bagikan