Eddy Syofian: Jangan Tanjung Tiram Batubara, Kalau Disiram Baru Dapat Suara

  • Bagikan
Ketua KNPI Parnaungan Purba membacakan naskah Deklarasi Pematangsiantar Damai Pilkada Bermartabat

Pematangsiantar, BatakToday

Deklarasi Masyarakat Pematangsiantar dan Pakta Integritas Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk “Pematangsiantar Damai, Pilkada Bermartabat” dilaksanakan pada Senin (9/11) di Taman Bunga yang terletak di pusat kota Pematangsiantar.

Ketua KNPI Parnaungan Purba membacakan naskah Deklarasi Pematangsiantar Damai Pilkada Bermartabat
Ketua KNPI Parlaungan Purba membacakan naskah Deklarasi Pematangsiantar Damai Pilkada Bermartabat

Acara terbuka ini dihadiri oleh masyarakat umum, tokoh masyarakat dan ormas, tokoh agama, tokoh adat, ASN di lingkungan Pemko Pematangsiantar, Pj. Wali Kota dan anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), akademisi, dan organisasi kepemudaan. Juga hadir pihak penyelenggara pilkada dan pasangan calon peserta Pilkada Siantar 2015.

Paslon yang hadir masing-masing duduk bersebelahan, diantaranya Hefriansyah (calon wakil wali kota, pasangan Hulman Sitorus), TRS-Zainal, Wesly-Sailanto, dan Surfenov-Parlin. Dalam acara ini tidak terlihat kehadiran Hulman Sitorus sebagai calon wali kota petahana, dan Sujito-Jumadi dari jalur perseorangan.

Ketua KNPI Parlaungan Purba membacakan naskah deklarasi didampingi oleh unsur Forkompimda, perwakilan seluruh ormas, etnis, perwakilan pers, seluruh perwakilan forum yang ada kota Siantar, dan pasangan calon peserta Pilkada 2015.

Naskah deklarasi berisikan delapan pernyataan sikap masyarakat Siantar untuk mewujudkan Pilkada 2015 yang bermartabat, demokratis, menjunjung tinggi HAM, transparan, jujur dan adil.

Deklarasi menyerukan penggunaan hak pilih secara cerdas untuk mendapatkan pemimpin yang bermoral, berwawasan kebangsaan, berkualitas, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Masyarakat diminta berpartisipasi secara aktif dalam setiap tahapan pilkada, dan menolak segala bentuk kekerasan, diskriminasi, politik uang, intimidasi, konfrontasi, serta segala bentuk penistaan terhadap suku agama ras dan golongan.

Perwakilan ASN dibawah amatan Pj. Wali Kota saat mengucapkan isi Pakta Integritas
Perwakilan ASN dibawah amatan Pj Wali Kota saat mengucapkan isi Pakta Integritas

Selanjutnya, kepada para paslon pilkada diminta untuk melaksanakan praktek demokrasi secara beradab, tidak membodohi rakyat, tidak membeli suara rakyat untuk meraih kemenangan.

Deklarasi juga menyerukan kepada penyelenggara pilkada agara bersikap profesional, jurdil, serta tidak melakukan manipulasi suara.

Kepada jajaran birokrasi diminta untuk tetap melayani kepentingan masyarakat, tidak memfasilitasi kepentingan paslon tertentu, dan mencegah keterlibatan PNS dalam kegiatan politik praktis. Kepada media massa agar melaksanakan fungsi pers sesuai kode etik jurnalisik dan penyiaran.

Akhirnya, deklarasi meminta aparat keamanan bertindak adil dan profesional dalam menegakkan hukum, serta mengedepankan tindakan preventif dan persuasif guna menghindari terjadinya kekerasan.

Pembacaan Pakta Integritas Aparat Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Pematangsiantar tentang netralitas dan integritas ASN dalam menghadapi Pilkada 2015 dipimpin oleh Dontes Simaptupang selaku Ketua Tim Pengawas Netralitas ASN dalam Pilkada. Pembacaan diikuti oleh seluruh ASN yang hadir, dan dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas oleh perwakilan PNS, PD Pasar, dan RSUD Djasamen Saragih.

Pj Wali Kota Pematangsiantar Edi Syofian dalam sambutannya menyatakan, deklarasi ini membangun komitmen bersama untuk mewujudkan pilkada damai dan bermartabat serta diharapkan membangkitkan antusiasme warga untuk mengikuti pilkada Desember nanti. Deklarasi juga merupakan ajakan bagi masyarakat untuk memilih pemimpin yang berintegritas, dekat dengan rakyat, dan jauh dari politik uang.

Paslon yang turut dalam Deklarasi Pematangsiantar Damai Pilkada Bermartabat
Paslon yang turut dalam Deklarasi Pematangsiantar Damai Pilkada Bermartabat

Eddy Syofian mengingatkan pasangan calon dan tim sukses untuk mempertahankan kerukunan dan kedamaian serta keharmonisan warga kota Siantar yang plural.

“Jangan kita cederai hanya karena ingin menjadi pemimpin yang waktunya hanya lima tahun dan maksimal sepuluh tahun.”, demikian diingatkannya.

Sebelum mengakhiri sambutannya Eddy Syofian dengan gaya penuh canda mengingatkan dua hal. “Pesan kami bapak-bapak pasangan calon, jangan ada perbedaan, antara pilkada dengan pil KB. Kalau Pil KB, lupa dia jadi barang tu. Kalau Pilkada, jadi dia lupa barang tu.”

Dan yang kedua mengingatkan agar paslon dan masyarakat menghindari politik uang.

“Jangan seperti pantun Melayu. Tanjungtiram Batubara, kalau disiram baru dapat suara. Sayaminta kepada masyarakat Siantar jangan karena disiram baru memberi suara”, demikian pesannya.

Akhirnya ia menghmbau agar seluruh pemilih datang ke TPS pada Pilkada 9 Desember ini, untuk menggunakan hak suaranya dalam Pilkada kota Pematangsiantar. (EM/AT/AJVG)

Pj. Wali Kota Eddy Syofian diantara paslon dan peserta deklarasi
Pj Wali Kota Eddy Syofian diantara paslon dan peserta deklarasi
  • Bagikan