Seleksi KPID Sumut Telan Dana Rp 0,6 Miliar?

  • Bagikan

Medan, BatakToday-

Sekretariat Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumut mengajukan anggaran pelaksanaan seleksi calon komisioner KPID periode 2015-2018 pada dua tahun anggaran dengan total pagu Rp 0,6 miliar lebih, yakni pada PAPBD 2015 sebesar Rp 289 juta lebih, dan pada RAPBD 2016 sebesar 323 juta. Menurut Komisi A DPRD Sumut, pagu sebesar itu tidak memenuhi asas kepatutan dan kelayakan.

Hal itu terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi A DPRD Sumut dengan Sekretariat KPID Sumut, Kamis (12/11) yang juga dihadiri komisioner KPID Sumut dan tim seleksi calon komisioner KPID periode 2015-2018.

“Anggaran penjaringan sudah ada di PAPBD 2015 dan pada RAPBD 2016. Di PAPBD 2015 diajukan pagu anggaran Rp 289 juta, dan di RAPBD 2016 diajukan Rp 323 juta,” ujar Sekretaris KPID Sumut.

Staf Sekretariat KPID, Halomoan menjelaskan, anggaran tersebut akan digunakan mulai dari tahapan awal seleksi sampai pelantikan. “Belanja barangnya tetap kita anggarkan (pada RAPBD 2016, red) karena di masa anggaran dua bulan ini tidak akan ter-cover seluruhnya,” ujarnya. Namun Halomoan tidak dapat menyajikan rincian peruntukan dana tersebut.

Pimpinan rapat, Fernando Simanjuntak, mempertanyakan pagu dana yang menurutnya terlalu besar. “Bagaimana mungkin dana untuk seleksi calon KPID saja menelan Rp 0,6 miliar? Kita harus ada kepatutan dan kelayakan. Kami tidak mau, jangan pula mereka ini (tim seleksi, redl) nanti tersandera gara-gara anggaran ini,” ujarnya.

Hal senada diutarakan Ketua KPID Sumut Mutia Atiqah. Menurutnya, penetapan anggaran sebesar itu sangat tidak rasional. Ia bahkan menuding Sekretariat KPID selama ini tidak pernah berkoordinasi dengan komisioner yang ada untuk penyusunan anggaran KPID, termasuk penetapan besaran anggaran seleksi komisioner KPID.

Menurut Mutia, untuk menekan anggaran bisa dengan menayangkan iklan pemberitahuan pembukaan pendaftaran di situs resmi Pemprov Sumut, Sumutprov.go.id.

Sementara itu, salah seorang tim seleksi, Prof Dr Robert Sibarani, mengharapkan agar Komisi A DPRD Sumut untuk terus mengkawal mereka. “Kami akan bisa melaksanakan ini tanpa honor dulu, sepanjang kami tidak perlu mengeluarkan uang untuk itu. Tetapi untuk pos-pos yang memang harus mengeluarkan uang, mohon dibantu,” ujarnya.

Menurut Robert, anggaran yang diusulkan supaya efektif dan efisien. “Itu tidak wajar untuk biaya timsel itu. Harapan kita tidak sampai Rp 200 juta,” ujarnya.

Terkait jangka waktu pelaksanaan penjaringan calon, Robert meyakini seluruh rekannya di timsel sepakat untuk segera menyelesaikannya. “Kita akan berusaha seefektif dan seefisien mungkin. Kalau bisa cepat, kenapa lambat. Kita akan lihat dulu tahapannya, akan kita tetapkan rentang waktunya,” ujarnya.

Robert juga mengungkapkan, pihaknya akan melakukan uji kompetensi dan psikotest. “Kita inginkan orang yang jujur dan bisa bekerjasama. Saya selalu bilang, orang pintar perlu, tapi orang terpercaya lebih penting,” pungkasnya. (AFR)

  • Bagikan