PWI Sumut Bakti Sosial Pulihkan Sei Putih Medan dari Pendangkalan

  • Bagikan

Medan, BatakToday

Pendangkalan permukaan Sei Putih yang membelah wilayah Kecamatan Medan Baru dan Kecamatan Medan Selayang Kota Medan terkesan akibat pembiaran, bukan saja kelalaian aparatur pemerintah, namun kesadaran masyarakat juga sangat rendah dalam memelihara kelestarian lingkungan, khususnya aliran sungai.

Saat hujan deras, pemerintah akan dituding sebagai biang kerok meluapnya air, dan warga menjadi korban. Penjabat Wali Kota Medan Randiman Tarigan tidak ingin larut dalam retorika, meski diakuinya kondisi tersebut adalah akibat ketidakperdulian semua pihak.

Saat Panitia Perayaan Natal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut bekerja sama dengan Yayasan Surya Kebenaran Internasional (YSKI) melakukan gotong-royong mengorek Sungai Sei Putih, Randiman turut mengerahkan alat berat untuk melakukan pengerukan sedimentasi, Sabtu (14/11).

Ikut dalam aksi itu, Sekretaris PWI Sumut Edward Tahir beserta pengurus lainnya, Ketua Panitia Perayaan Natal PWI Sumut 2015 Wilfrid Sinaga, Kepala Dinas Bina Marga Khairul Syahnan, Asisten Kesmas Erwin Lubis, Camat Medan Baru, dan Camat Medan Selayang.

Sekitar 700 meter aliran sungai dari Jalan dr Mansyur hingga Jalan Sei Batu Gingging dikeruk dengan alat berat. Selain itu, pada sepuluh titik yang dipenuhi sampah dan semak belukar,  dilakukan pengorekan manual dengan gotong-royong massal, menurunkan personel TNI dari Batalion Kavileri 6 Serbu, Koramil Medan Baru, Polsekta Medan Sunggal, masyarakat Medan Baru dan Medan Selayang, dan mahasiswa/I Akademi Perawat Medan Baru.

Randiman menilai kondisi Sungai Sei Putih ini cukup memperihatinkan dan sudah cukup lama tidak dikorek. Sedimen membuat sungai dangkal, sehinggal arus air tidak mengalir secara normal. Bila ini dibiarkan, akan menjadi sarang jentik nyamuk yang akan menimbulkan penyakit DBD. Dangkalnya sungai tak mampu menampung air saat terjadi hujan, sehingga air meluap menimbulkan genangan air di rumah dan halaman rumah warga.

Randiman meminta camat dan lurah serta kepala lingkungan Medan Selayang dan Medan Baru agar dapat membangun kesadaran masyarakatnya untuk mau menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan di sungai.

Masyarakat, kata dia, harus mempunyai rasa memiliki dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungannya, dan bila ini terwujud, Kota Medan akan menjadi bersih, hijau dan asri.

“Saya minta pengorekan sungai ini rutin dilakukan dan harus tuntas. Tidak hanya sepanjang 700 meter saja, tetapi harus sampai ke Padang Bulan. Diharapkan pengorekan sungai ini memberikan manfaat kepada masyarakat. Masyarakat juga diimbau untuk mau menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan terutama di sungai. Tumbuhkanlah rasa memiliki dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungannya,” harap Randiman.

Ketua Panitia Perayaan Natal PWI Sumut, Wilfrid Sinaga SH mengatakan, gotong-royong ini merupakan kerja sama PWI Sumut dengan Pemko Medan dan YSKI. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian PWI terhadap pentingnya kebersihan di lingkungan masyarakat. Kegiatan merupakan bagian program bakti sosial tahunan PWI setiap menjelang perayaan Natal.

“Kita mengajak kelompok masyarakat juga harus mengambil peran dalam pembangunan Kota Medan. Selain gotong-royong, Panitia Natal PWI akan bekerja sama dengan komunitas pencinta sungai memberikan penyuluhan kepada masyarakat pinggiran sungai untuk menjaga kelestarian dan tidak membuang sampah di sungai,” ujar Wilfrid.

Menurut dia, PWI Sumut akan menggelar perayaan Natal pada 19 Desember 2015, diperkirakan akan hadir sebanyak 500 orang. Perayaan Natal akan dihadiri Plt Gubsu, Pj Walikota Medan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Sumut dan Kota Medan, serta undangan lainnya. (AFR)

Foto  :

Alat berat digunakan untuk melakukan pengerukan Sei Putih yang mengalami pendangkalan akibat sendimentasi yang tidak pernah diperhatikan selama ini, Sabtu (14/11). (bataktoday/afr).

  • Bagikan