Polresta Siantar Dicurigai Endapkan Kasus Penganiayaan

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pematang Siantar dicurigai sengaja mengendapkan kasus penganiayaan yang dialami Ray Mawardi Saragih (40), warga Jalan Cokroaminoto, Pematang Siantar.

Ray ditemani istri, Rita Siregar (39) dengan raut wajah kesal mendatangi Mapolresta Jalan Sudirman, Pematang Siantar, Senin (16/11) sekira pukul 14.30 WIB.

Keduanya datang guna menagih proses hukum atas penganiayaan yang dialami Ray sebagaimana telah dilaporkan dengan STPL/378/IX/2015/SU/STR pada 20 September 2015 lalu.

Rita curiga pihak Polresta Pematang Siantar telah bekerja sama dengan pelaku, Umar Harahap dkk, warga Jalan Tanah Jawa, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara, agar kasus ini tidak diproses lebih jauh.

Rita juga kesal, hingga saat ini pelaku penganiayaan suaminya masih bisa menghirup udara segar. Bahkan, suaminya Ray, tiga hari lalu hampir saja terlibat perkelahian dengan Tagor, salah seorang pelaku.

“Kesal kali aku, Bang. Jelas-jelas sudah melakukan penganiayaan sama suamiku, tapi penyidik yang menangani perkara ini belum menahan pelaku,” ketusnya.

Kecewa dengan penanganan Polresta, Rita dan Ray bahkan sudah melaporkan perkara ini ke Direktorat Reskrim Poldasu pada 5 Oktober 2015 lalu.

“Sudah kulaporkan ke Poldasu karena lambat kali ditangani Polresta Siantar. Tapi masih bersifat pengaduan masyarakat (dumas) dengan nomor 47/IX/2015,” katanya seraya menunjukan surat pengaduan.

Menurut Rita, salah satu motif pengaduan ke Poldasu adalah keanehan penanganan kasus oleh Polresta Pematang Siantar, yang telah melakukan penangkapan terhadap pelaku, Maulana dan Togar, akan tetapi tak lama kemudian dilepaskan.

“Pasca pengaduan, Poldasu sudah meminta Polresta Siantar untuk melakukan penahanan terhadap Maulana dan Tagor untuk dilakukan gelar perkara. Tetapi hingga saat ini Maulana dan Tagor belum juga ditahan,” terang Rita.

Tak mau menyerah, Rita bersama suaminya, Ray, berencana Selasa (17/11), akan mendatangi Poldasu untuk membuat laporan secara resmi.

“Kami akan datang ke Polda besok. Untuk membuat laporan secara resmi,” tandas Rita.

Seperti diketahui sebelumnya, Ray Mawardi Saragih dikeroyok oleh Umar Harahap dkk di Jalan Wahidin, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara, tepat di bawah jembatan rel kereta api, Minggu (20/9) lalu.

Akibat pengeroyokan itu, Ray mengalami luka sobek di bagian kepala dan muka. Dua unit sepeda motor jenis Honda Beat dan Satria FI miliknya juga ikut dibakar para pelaku. (ab)

Foto:   Rita Siregar menunjukkan STPL, saat berada di Mapolresta, Jalan Sudirman, Pematang Siantar, Senin (16/11). (bataktoday/ab).

  • Bagikan