Kecewa Tak Ditetapkan jadi Paslon, Fernando dan Pendukungnya Serbu KPU Siantar

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday

Kecewa tak kunjung ditetapkan sebagai pasangan calon Wali Kota Pematang Siantar, Fernando Simanjuntak bersama ratusan pendukungnya menyerbu Kantor KPU Kota Pematang Siantar, Jalan Porsea, Selasa (17/11).

Trisno Munthe, salah seorang anggota tim pemenangan, dalam orasinya meminta penjelasan KPU Kota Pematang Siantar yang tak menjalankan putusan Panwaslih Kota Pematang Siantar dan belum menetapkan Fernando Simanjuntak-Arsidi menjadii pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pematang Siantar, sementara pasangan calon lain bisa ditetapkan dan menduduki nomor urut lima.

Menjawab pertanyaan itu, Ketua KPU Kota Pematang Siantar, Mangasi Purba menjelaskan, bahwa surat tanggal 22 Oktober 2015 dengan nomor 709, keluar setelah KPU Kota Pematang Siantar menyurati KPU RI tanggal 20 Oktober 2015, perihal keputusan Panwaslih Kota Pematang Siantar nomor 004.

“Mengapa KPU Siantar menyurati KPU RI? Karena Panwaslih Siantar mengambil keputusan tidak berpedoman kepada Surat Bawaslu RI nomor 214. Yang intinya, semua dokumen harus tersedia pada waktu sidang sengketa dan itu tidak tersedia. Sehingga kami berkonsultasi dan menyurati KPU RI dan dikeluarkanlah surat nomor 709 pada tanggal 22 Oktober 2015,” jelas Mangasi.

Mangasi lebih lanjut  menjelaskan, hanya Keputusan Panwaslih nomor 004 saja yang belum mereka jalankan, karena memang bertentangan dengan Surat Bawaslu nomor 0214 dan PKPU nomor 9 tahun 2015.

“Sedangkan keputusan Panwaslih nomor 002 untuk Fernando-Arsidi sudah dijalankan oleh KPU Kota Siantar, tetapi pasangan ini tak hadir atau tak ikut pada verifikasi faktual tersebut,” katanya.

Karena aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Fernando dan simpatisannya, bersamaan waktunya dengan sidang pembacaan putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) atas pengaduan terhadap Panwaslih dan KPU Kota Pematang Siantar, Mangasi pun menegaskan, “Jika nanti Panwaslih Kota Pematang Siantar dikenakan sanksi dan KPU Kota Pematang Siantar direhabilitasi, maka yang terjadi hari ini adalah fitnah kepada KPU Siantar.”

Sementara itu, Fernando dalam orasinya mengatakan, KPU Kota Pematang Siantar bukan milik pribadi, sehingga harus dijalankan sesuai amanah Peraturan KPU.

“Ini persoalan hukum. Jika berani, mari kita bersama-sama menghadap ke KPU RI,” tantang Fernando.

Mendengar pernyataan Fernando yang mengajak KPU Kota Pematang Siantar untuk bersama-sama berangkat ke KPU RI, Mangasi menyarankan agar mereka saja (Fernando cs, red) yang berangkat ke KPU RI.

Tak puas dengan keterangan Mangasi, Trisno Munthe dan simpatisan Fernando terus menghujani pertanyaaan yang membuat suasana semakin panas, bahkan sempat terjadi saling dorong di antara massa dengan komisioner KPU Kota Pematang Siantar. Namun petugas kepolisian yang berjaga bisa mengendalikan keadaan kembali kondusif.

Usai melaksanakan aksinya, Fernando dan para simpatisannya membubarkan diri dari depan Kantor KPU Kota Pematang Siantar. (EM).

Foto: Fernando Simanjuntak dan para pendukungnya saat berunjuk rasa di Kantor KPU Kota Pematang Siantar, Jalan Porsea, Selasa (17/11). (bataktoday/em). 

  • Bagikan