Gadis Buruh Pabrik Kerupuk Dihamili Pria Beranak Tiga

  • Bagikan

Pematang Siantar,BatakToday

Paini (25), nama samaran, seorang gadis yang bekerja sebagai buruh di pabrik kerupuk, dihamili SG (35), seorang pria beristri dan tiga anak, warga Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun. Setelah mengandung dengan usia kehamilan 4 bulan, SG malah meninggalkannya begitu saja.

Tak rela dipermainkan, Paini didampingi orang tuanya mendatangi Polresta Pematang Siantar, guna mengadukan perbuatan tak bertanggung jawab dari GS, Kamis (19/11).

“Saya kini mengandung janin berumur 4 bulan, ditinggalkan begitu saja setelah berkali-kali SG berhasil mencicipi tubuh saya. Padahal SG pernah berjanji di hadapan kedua orang tua saya akan segera menikahi saya. Kenyataannya, SG menghilang dan tidak tahu rimbanya,” jelas perempuan warga Kecamatan Siantar Timur itu.

Di Polresta Pematang Siantar, Paini sempat dimintai keterangan oleh penyidik yang bertugas di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Tak berapa lama, Paini yang memakai helm berwarna merah, ditemani kedua orang tuanya, digiring petugas menuju ruangan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) guna dimintai keterangan.

Data yang dihimpun dari salah seorang keluarga Paini, berinisial BS (38), mengakui Paini tengah hamil 4 bulan akibat disetubuhi SG. Paini dan SG sama-sama buruh pabrik kerupuk di Lorong 20, Kelurahan Nagapita, Kecamatan Siantar Martoba.

“Sama-sama buruh pabrik kerupuk, tapi sudah lama mereka ini pacaran,” kata BS.

Diterangkannya, setelah Paini mengaku hamil 4 bulan, orang tuanya bersama keluarga langsung mencari SG guna dimintai pertanggungjawaban. Namun SG tak berhasil ditemukan keberadaannya.

Lantas pada Senin (16/11) lalu, SG berhasil ditemui di tempatnya bekerja. SG pun dibawa ke rumah orang tua Paini.

Di hadapan orang tua Paini dan keluarganya, SG bersedia bertanggung jawab dengan menikahi Paini sehingga malam itu Paini dilepas kedua orang tuanya untuk dibawa oleh SG.

Berikutnya SG membawa Paini ke kos-kosan di daerah Lorong 20, Kelurahan Nagapita, Kecamatan Siantar Martoba dan ditinggalkan begitu saja. Sejak saat itu SG tidak pernah kelihatan batang hidungnya.

“Senin kemarin si Paini diajak keluar. Di situ SG janji tanggung jawab. Maka malam itu orang tua merelakan Paini dibawa SG dari rumah. Rupanya SG lari dari tanggung jawab karena Paini ditinggal di kos-kosan. Kami sudah cari SG ke rumahnya, tapi telah kabur,” jelasnya.

Pantauan di Polresta, sekitar 30 menit di dalam ruangan PPA, Paini bersama kedua orang tuanya keluar. Paini dan kedua orang tuanya menghindar dari wartawan, seraya berjalan buru-buru meninggalkan Polresta Pematang Siantar.

Kanit SPKT Polresta Pematang Siantar, Aiptu Ardan membenarkan kedatangan Paini bermaksud mengadukan pacarnya SG yang lari dari tanggung jawab setelah menghamili Paini.

Namun laporan Paini tidak bisa diterima karena status Paini bukan anak dibawa umur lagi.

“Memang dia tadi mau melaporkan pacarnya SG tak bertanggung jawab.Tapi macam mana mau kita terima, karena Paini sudah dewasa, begitu pula SG. Bisa saja kita terima pengaduannya kalau istri SG yang mengadu perbuatan zinah.Tapi status Paini juga sebagai terlapor. Kalau kasus cabulnya memang tidak bisa kita terima, karena sudah sama-sama dewasa,” terang Aiptu Ardan. (AB)

Foto : Paini dan orang tuanya saat meninggalkan Polresta Jalan Sudirman, Pematang Siantar, Kamis (19/11). (bataktoday/ab).

  • Bagikan