Malam Pertama, Pemko Medan Berhasil “Tebang” Delapan Reklame Liar

  • Bagikan

Medan, BatakToday

Pemerintah Kota Medan bongkar 8 unit papan reklame yang dinyatakan liar, Kamis (19/11) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.

Dari ke-8 papan reklame tersebut, 6 unit dibongkar Tim Terpadu Penertiban Reklame, Penindakan dan Pembongkaran Bangunan Reklame, sementara 2 unit yang lain dibongkar sendiri oleh pemiliknya.

Pembongkaran melibatkan 170 personel di tiga lokasi berbeda, yakni Jalan Sudirman sebanyak 3 papan reklame, Jalan Sudirman persimpangan Jalan Pattimura sebanyak 2 papan reklame, dan Jalan Sudirman persimpangan Jalan S Parman sebanyak 2 papan reklame serta Jalan Imam Bonjol 1 papan reklame.

Sebelumnya pihak advertising atau pemilik papan reklame sudah lebih dulu membongkar 2 unit, masing-masing di persimpangan Jalan Sudirman-Patimura dan Jalan Imam Bonjol.

Jenis papan reklame yang dibongkar umumnya berbentuk billboard berukuran sekitar 4×10 meter. Hanya ada satu unit jenis bando, yang dibongkar sendiri oleh pemiliknya di Jalan Imam Bonjol.

“Rencana kita dini hari ini membongkar 8 papan reklame. Namun 2 papan reklame telah dibongkar sendiri oleh pemiliknya,”  kata Kadis Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Syampurno Pohan selaku Ketua Tim Terpadu Penertiban Reklame, Penindakan dan Pembongkaran Bangunan Reklame.

Syampurno mengatakan, sudah 10 papan reklame liar di 13 ruas jalan bebas reklame yang dibongkar. Kini menyisakan 81 papan reklame liar lagi, dari keseluruhan 91 unit papan reklame illegal yang harus dibongkar.

Dia minta kepada seluruh pemilik papan reklame agar membongkar sendiri papan reklamenya. Jika membongkar sendiri, pemilik bisa membawa material maupun konstruksi besi papan reklame yang dibongkar. Tentunya besi-besi itu bisa dipergunakan lagi untuk mendirikan papan reklame di kawasan yang diperbolehkan.

Sebaliknya jika pembongkaran dilakukan Tim Terpadu, Syampurno menegaskan, konstruksi besi papan reklame akan menjadi milik Pemko Medan.

Setelah beberapa bulan, konstruksi besi itu akan dilelang, dan hasilnya masuk Kas Daerah, melalui pos Pendapatan lain-lain.

“Jadi untuk mencegah terjadinya kerugian, saya menghimbau kepada seluruh pemilik papan reklame ilegal, supaya membongkar sendiri,” ungkapnya.

Dalam melakukan pembongkaran, personel dibagi 3 regu, yang dibantu oleh aparat dari Polresta Medan, Kodim 0201/BS, dan Denpom.

Kapolresta Medan, Kombes Pol H Mardiaz Kusin ikut menyaksikan pembongkaran bersama sejumlah pejabat lainnya. Untuk pembongkaran papan reklame, tim menurunkan 3 unit mobil crane dan mesin las.

Selama proses pembongkaran berlangsung, Jalan Sudirman mulai persimpangan Jalan Patimura dan S Parman sampai Jalan Sudirman persimpangan Jalan Cik Ditiro ditutup. Hal itu dilakukan untuk menghindari pengendara kenderaan bermotor terkena potongan material konstruksi papan reklame.

Sebelumnya, Pj Wali Kota Randiman Tarigan telah memberikan waktu kepada pemilik untuk membongkar sendiri papan reklame liar di 13 ruas jalan bebas reklame.

“Apabila dalam waktu 7×24  jam sejak surat peringatan , dan ternyata pemilik tak juga membongkar, maka Pemko Medan akan membongkarnya,” tegas Randiman, Rabu (11/11).

Selain melanggar Perda No.11/2011 tentang Pajak Reklame, kata Randiman, penertiban papan reklame  dilakukan untuk menindaklanjuti hasil rekomendasi Pansus Reklame DPRD Medan.

Salahsatu hasil rekomendasinya, seluruh papan reklame yang berdiri di 13 ruas jalan bebas reklame harus dibongkar.

Ke-13 ruas jalan bebas reklame meliputi Jl Sudirman, Jl Kapten Maulana Lubis, Jl Diponegoro, Jl Imam Bonjol, Jln Wali Kota, Jl Pengadilan, Jl Kejaksaan, Jl Juanda, Jl Suprapto, Jl Balai Kota, Jl Pulau Penang, Jl Bukit Barisan, Jl Stasiun dan Jl Raden Saleh. (AFR)

Foto: Suasana pembongkaran papan reklame ilegal di Kota Medan, Rabu (18/11) tengah malam. (bataktoday/afr).

  • Bagikan