Pemilik Reklame Ilegal Minta Pemko Medan Tidak Pandang Bulu

  • Bagikan

Medan,BatakToday

Tim Terpadu Penertiban, Penindakan dan Pembongkaran Bangunan Reklame (T2P3BR) terus menjalankan aksi penertiban papan reklame tak berijin. Sejak Kamis malam hingga jelang Jumat (20/11) subuh, dalam kondisi hujan deras, sebanyak 7 papan reklame berhasil dieksekusi.

Pembongkaran  dilakukan di Jln Kapten Maulana Lubis, Jln Kejaksaan sudut Jln Mendut, Jln Imam Bonjol simpang Jln Zainul Arifin, Jln Imam Bonjol simpang Jln Kartini, dan Jln Imam Bonjol simpang Jln  Sudirman.

Pembongkaran dipimpin langsung Kadis Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan, Syampurno Pohan selaku ketua T2TP3BR.

Pembongkaran selanjutnya akan terus dilakukan dengan mempercepat jam kerja di malam hari. Untuk membongkar ketujuh papan reklame, tim kembali dibagi menjadi tiga regu, masing-masing regu dilengkapi dengan 1 unit mobil crane dilengkapi dengan mesin las.

Potongan material  konstruksi papan reklame dibawa menuju Lahan Cadika Pramuka di Jalan Karya Wisata menggunakan truk. Proses pembongkaran mendapat pengamanan penuh dari petugas Polresta Medan, Kodim 0201/BS, Denpom serta petugas Satpol PP Kota Medan.

Saat proses pembongkaran berlangsung, seorang pria mendatangi Syampurno yang tengah memimpin pembongkaran papan reklame di Jalan Kapten Maulana Lubis, persis depan Bank BNI Syariah. Pria yang mengaku sebagai  salah satu pemilik papan reklame minta pembongkaran dilakukan tanpa pilih kasih. Artinya, seluruh papan reklame yang berada di 13 ruas jalan bebas reklame harus dibongkar.

“Saya tidak keberatan papan reklame milik saya dibongkar, tapi pembongkaran jangan pilih kasih.  Jadi  91 papan reklame yang berdiri di 13 ruas jalan bebas reklame harus dibongkar semua.  Jika tidak, saya maupun beberapa pemilik papan reklame yang sudah dibongkar tidak akan tinggal diam. Apalagi kami tahu biaya pembongkaran papan reklame ini sebesar Rp.2 miliar,” tegas pria tersebut.

Syampurno memastikan, tim akan membongkar seluruh papan reklame ilegal yang didirikan di 13 ruas jalan bebas reklame. “Hanya saja dalam melakukan pembongkaran, kita tidak bisa melakukannya sekaligus. Kita telah membuat jadwal pembongkaran, setiap malam setidaknya kita bongkar 7 sampai 8 papan reklame,” jelas Syampurno.

Usai mendengar penjelasan Syampurno, pria itu langsung pergi. Selang satu jam kemudian, Syampurno mendapat informasi pembongkaran di Jln Imam Bonjol Simpang Jln KH Zainul Arifin sedikit ricuh. Pasalnya, pemlik papan reklame beserta belasan pria sempat melakukan  protes, karena usai membongkar papan reklame miliknya, mobil crane hendak beranjak pergi meninggalkan papan reklame milik orang lain yang masih berdiri tegak persis di sebelah bekas lokasi papan reklame miliknya.

Ketegangan mencair setelah Syampurno memerintahkan para pekerja membongkar papan reklame yang belum dibongkar tersebut.  Belasan pri itu menunggu di lokasi sampai papan reklame yang mereka protes dibongkar habis. (AFR)

Foto: Pembongkaran papan reklame ilegal dilakukan dengan mobil crane. (bataktoday/afr)

  • Bagikan