Usai Kegadisannya Dirusak, Siswi SMP Ditinggal Pacar

  • Bagikan
Siska didampingi orang tuanya membuat laporan ke Polresta Pematang Siantar, Kamis (19/11). (bataktoday/ab).

Pematang Siantar, BatakToday

Siska (15), nama samaran, didampingi orang tuanya, Sugiman mendatangi Polresta Pematang Siantar untuk membuat laporan polisi, Kamis (19/11) pukul 11.30 WIB. Siswi kelas 3 SMP ini mengadukan pacarnya, Dani, yang meninggalkannya setelah merusak kegadisannya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Siska baru empat bulan pacaran dengan Dani. Namun dalam rentang waktu singkat itu, pasangan ini  sudah berkali-kali melakukan hubungan intim layaknya suami-isteri.

Cerita bermula saat Dani berhasil merayu Siska untuk mau dibawa ke sebuah hotel kelas melati yang berada di pinggiran Kota Pematang Siantar, sebulan setelah keduanya resmi pacaran. Di kamar hotel, Dani berhasil merayu Siska untuk melakukan hubungan intim.

Selanjutnya, pasangan remaja ini berulangkali melakukan hubungan terlarang itu.

Belakangan, hubungan terlarang itu terendus kedua orang tua Siska. Pemicunya, Siska tak pulang ke rumah selama tiga hari sejak 27 hingga 30 Oktober 2015.

Aib memalukan keluarga ini pun terbongkar saat Siska dicecar pertanyaan oleh kedua orang tuanya, setiba di rumah mereka di Huta Gotting V Sidodadi, Mandoge Kabupaten Asahan pada 30 Oktober 2015 lalu.

Semula Siska enggan mengaku terus terang kepada orang tuanya. Namun karena terus didesak, akhirnya Siska mengaku selama tiga hari pergi bersama pacar. Siska pun mengaku beberapakali telah melakukan hubungan suami istri dengan pacarnya.

Mendengar pengakuan putrinya, orang tua Siska, Sugiman pada 1 November 2015 mendatangi Lurah Gotting V Sidodadi untuk meminta bantuan agar dilakukan upaya kekeluargaan.

Lurah Gotting V Sidodadi pun menghubungi orang tua Dani melalui telepon seluler untuk membicarakan masalah yang menimpa Sugiman. Ketika itu orang tua Dani berjanji akan membawa anaknya untuk ditemukan dengan Siska.

Tapi janji tinggal janji. Belakangan orang tua Dani lepas tangan. Sedangkan Dani tak pernah kelihatan batang hidungnya saat Sugiman mendatangi rumah orang tuanya.

Sugiman pun mendapatkan kabar, Dani telah bertunangan dengan perempuan lain di kampungnya di Nagori Pagar Jawa, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.

Sugiman ketika ditemui di ruang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Pematang Siantar, mengaku hanya mengurus surat-surat hilang.

“Nggak ada, Bang. Hanya mengurus surat-surat hilang,” kelit Sugiman, saat coba dimintai keterangan.

Kanit SPKT Polresta Pematang Siantar membenarkan telah menerima laporan pengaduan Sudiman.

“Laporan orang tua sudah diterima. Sebelumnya, mereka mendatangi Polres Asahan untuk mengadukan Dani atas kasus perbuatan cabul yang dialami putrinya.Tapi pihak Polres Asahan menyarankan agar Sugiman membuat laporan di Polres Siantar karena lokasi kejadian cabul terjadi di wilayah Kota Siantar,” terang Ardan. (AB)

Foto: Siska didampingi orang tuanya membuat laporan ke Polresta Pematang Siantar, Kamis (19/11). (bataktoday/ab).

  • Bagikan