Pilkada Pakpak Bharat: Kampanye Akbar Augus Tumanggor-Abdul Kadir Dihadiri 15 Ribu Warga

  • Bagikan

Pakpak Bharat, BatakToday

Kampanye akbar pasangan calon bupati-wakil bupati Pakpak Bharat nomor urut 3, Augus Tumanggor-Abdul Kadir Angkat berlangsung meriah di Lapangan Napasengkut, Kota Salak, Jumat (20/11). Kampanye dihadiri sekitar 15 ribu warga yang memberi tanda goresan terik matahari di kening.

Kalangan politisi, pengusaha, purna bhakti PNS  memperlihatkan dukungan konkret terhadap kandidat dari jalur perseorangan ini. Bahkan, Bupati Kabupaten Dairi, KRA Johnny Sitohang Adinegoro yang juga ketua DPD Partai Golkar tampil  menjadi juru kampanye.

Kehadiran Sitohang, sebagai bentuk dukungan atas hubungan baiknya dengan DR MP Tumanggor, mantan Bupati Dairi, yang senantiasa terjalin baik. Pada periode kedua MP Tumanggor menjabat bupati, Sitohang menjadi wakilnya. Kehadiran politisi ulung ini benar-benar menjadi magnet.

Sitohang dalam orasi politiknya mengatakan, daerah otonom ini (Pakpak Bharat, red) sudah meraih banyak kemajuan. Hanya saja, capaian tersebut jauh dari semangat pemekaran. Banyak pembangunan tidak menyentuh kepentingan rakyat banyak. Contohnya, lampu penerangan dibikin jauh dari permukiman, dan banyak pembangunan infrastruktur yang mubazir.

“Anggaran sungguh besar. Tetapi dampak bagi geliat ekonomi masyarakat sepertinya senjang. Realitasnya, belum ada angkot. Saya yakin, Tuhan  mengabulkan doa  rakyat yang ingin perubahan. Sebagai saudara kandung,  kepribadian MP identik dengan Augus. Jika Augus menang, hubungan Dairi dan Pakpak Bharat pasti lebih  produktif,” tegasnya.

Ketua Ikatan Keluarga Pemuda Pakpak Indonesia (IKPPI) Ahmad Padang menggaransi, pasangan ini memiliki jiwa demokratis. Bukan seperti selama ini, wartawan dibuntuti oknum tertentu dalam melaksakana tugas.

Dia prihatin, korupsi marak di wilayah ini. Pengadaan mobil pemadam kebakaran, solar cell dan beberapa poyek bernilai miliaran rupiah sedang diusut polisi.

“Di permukaan seolah daerah ini punya citra bagus. Namun realitas bertolak belakang. Rakyat tetap dibelenggu kemiskinan,” katanya.

Hal senada dipaparkan mantan Bishop Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD), Pendeta EJ Solin. Menurutnya,  pemerintah salah pengelolaan. Di tangan paslon ini, kebersamaan dan harmoni akan senantiasa dipertahankan.

Solin juga mengklaim, Augus telah membuktikan diri dalam pengembangan gereja. Atas partisipasinya, GKPPD berdiri di Cililitan, Jakarta.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan, Jusen Berutu, tokoh perjuangan  Abdul Angkat, dan pengusaha Amir Solin juga didaulat menyampaikan orasi.

Augus Tumanggor menjelaskan, pendidikan gratis SD hingga SMA merupakan program pemerintah pusat. Ke depan, beasiswa bagi mahasiswa bukan hanya untuk PTN, tetapi juga PTS.

Seputar percepatan pembangunan desa, Augus berpendapat, pembentukan forum desa adalah solusi.  Organisasi ini merupakan ruang komunikasi melibatkan para tokoh dan semua komponen.

“Kebutuhan arus bawah sebaiknya disuarakan lewat forum itu, sehingga setiap sentuhan pembangunan merupakan  aspirasi penduduk,” katanya.

Khusus  Desa Mbinanga  Neur, kata Augus, sangat berpotensi diproyeksikan menjadi lumbung beras. Dengan pasokan air yang melimpah, lahan sawah seluas 5000 hektar lahan siap diolah. Terobosan itu menjadi alternatif melepas warga dari  ketergantungan pada raskin.

Calon Bupati dari jalur independen ini mengutarakan keprihatinan seputar banyaknya desa belum memiliki fasilitas air bersih. Dari 8 kecamatan, baru 2 yang memiliki jaringan.

“Jika kami diberi amanah, problem ini akan dapat ditangani,” katanya.

Pilkada di Pakpak Bharat, diikuti 3 paslon. Nomor urut 1 adalah petahana Remigo Yolando Berutu-Maju Ilyuas Padang, nomor 2 Jujur Solin-Citra Boangmanalu, dan nomor urut 3 Augus P Tumanggor-Abdul kadir Angkat. (SS)

Foto: Bupati Dairi KRA Johnny Sitophang Adinegoro (berbatik) menyampaikan orasi politik pada kampanye akbar paslon nomor urut 3 Ir August P Tumanggor (kiri) – Abdul Kadir Angkat di lapangan Napasengkut, Kota Salak, Jumat (20/11).

  • Bagikan