Usai Sweeping, Buruh Tinggalkan Kantor Gubernur Sumut

  • Bagikan

Medan, BatakToday

Setelah perwakilan buruh keluar dari kantor Gubernur Sumut dan menyatakan seluruh ruangan telah diperiksa dan tidak menemukan Plt Gubernur Tengku Erry Nuradi dan Sekda Sumut Hasban Ritonga, buruh memilih membubarkan diri dengan tertib.

Usaha Tarigan, perwakilan buruh  yang turut dalam aksi sweeping mengumumkan bahwa kedua pejabat itu tidak ada di dalam kantor. “Kami sudah periksa semua ruangan, Plt Gubernur dan Sekda tidak ada di dalam ruangan,” ujarnya dengan menggunakan pengeras suara sembari menenangkan buruh yang sempat marah, Selasa (24/11).

Namun disampaikan Usaha, Gabungan Pekerja Buruh Sumatera Utara Melawan telah melakukan pembicaraan dan kesepakatan dengan Pelaksana Harian (Plh) Sekda Provinsi Sumut Ferlin Nainggolan, buruh akan membentuk tim yang akan bersama-sama dengan tim pemerintah provinsi untuk merumuskan penolakan terhadap PP 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

“Dalam 3 hari tim Gabungan Pekerja Buruh Sumatera Utara Melawan akan bekerja dengan tim pemerintah provinsi untuk merumuskannya,” ujarnya.

Di akhir orasinya, juga disampaikannya agar pemerintah provinsi jangan menetapkan Upah Minimum dengan mengacu kepada PP 78/2015. “Jangan coba-coba penetapan UMK Sumut mengacu kepada PP 78. Kita akan menolak,” tegasnya.

Usai orasi tersebut, buruh meninggalkan kantor Gubernur dengan tertib.

Sementara itu, Ferlin Nainggolan mengatakan, sesuai pertemuan Plt Gubernur dengan 15 elemen buruh pada Sabtu (21/11),  sudah ada dialog yang konklusif. “Apa sih yang mereka tuntut? Maka diminta kemarin agar dibuat rumusan di bagian mana yang ditolak itu,” ujarnya.

Dilanjutkan Ferlin, buruh diminta untuk membuat kajian seperti yang dimaksud, sehingga pemerintah provinsi dapat menyampaikannya ke pemerintah pusat sebagai bentuk dukungan terhadap kaum buruh.

Ferlin kembali menegaskan, pihaknya adalah perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah dan tidak berkewenangan menghapuskan peraturan dan perundangan yang dibuat pemerintah pusat. Dalam konteks ini, lanjutnya, pihaknya hanya menjembatani buruh dengan pemerintah pusat. “Dalam pertemuan kemarin juga disepakati, bahwa aksi hari ini berlangsung dengan damai,” ujarnya. (AFR)

Foto: Saling dorong antara buruh dengan petugas Satpol PP di pintu gerbang Kantor Gubernur Sumut di Jl Diponegoro Medan, Selasa (24/11) sore. (bataktoday/afr)

  • Bagikan