Warga Minta Narkoba Dibasmi dari Kelurahan Baru

  • Bagikan

Pematangsiantar, BatakToday

Dibarengi teriakan hancurkan narkoba dan basmi narkoba, puluhan warga Gang Rama dan Gang Kinantan, Kelurahan Baru berbondong bondong mendatangi Kantor Kelurahan Baru di Jalan Cokroaminoto, Kecamatan Siantar Utara, Pematangsiantar, Selasa (24/11) sekitar pukul 14.30 WIB.

Kedatangan warga memprotes praktik peredaran narkoba di tempat tinggal mereka, yang diduga dilakukan bandar narkoba, Safrudin Saragih alias Si Bos yang ditangkap tim khusus dan Satuan Reskrim Narkoba Polresta Pematangsiantar, pada Kamis (19/11) lalu.

“Kami datang ke sini karena ada dapat bocoran, disebutkan bahwa tanda tangan yang kami sampaikan kepada Bapak Kapolres Siantar berjumlah 25 orang dibilang palsu. Tanda tangan itu asli dan jika perlu kami akan menambah tanda tangan surat keberatan sampai ratusan orang,” terang boru Rambe, salah seorang warga, dan diamini puluhan warga lainnya.

Warga juga merasa resah atas sikap orang tak dikenal (OTK) yang melakukan teror dan ancaman terhadap warga yang membubuhi tanda tangan keberatan atas peredaran narkoba yang diduga dilakukan Safruddin Saragih alias Si Bos.

Itu dialami seorang pedagang Pasar Dwikora, boru Sinaga.

“Banyak ancaman dan teror. Aku ditelepon, jangan terlalu maju, semenjak kami antar surat itu ke Polres, ” terang boru Sinaga, seraya membeberkan sudah setahun Si Bos menekuni bisnis sabu-sabu.

Kekesalan serupa juga dirasakan oleh J Sinaga. Menurut Sinaga, kampung mereka setiap hari didatangi orang-orang luar yang dicurigai melakukan transaksi narkoba.

“Kesal juga kami, masa pendatang entah orang mana, bila kami lihat malah balik memplototi kami. Sudah itu naik kereta kencang-kencang, mulai pagi sampai dini hari, entah siapa saja datang ke rumah Si Bos,” bebernya.

Warga pun sangat berharap agar kampung mereka bebas dari pengaruh narkoba. Warga tak mau anak-anak mereka menjadi korban narkoba.

“Harapan kami, kampung ini bersih kembali seperti dulu, supaya anak-anak kami tak tak terpengaruh narkoba. Ini murni asli protes kami. Tak pakai spanduk, tak ada provokator, murni kami keberatan,” teriak seorang pria lanjut usia di tengah kerumunan warga.

Warga datang ke kantor kelurahan, setelah mengetahui Minten Saragih, abang kandung Si Bos melakukan pertemuan dengan Lurah Baru, Hamzah Damanik, Camat Siantar Utara, Junaidi Sitanggang, serta Kepala RT Gang Rama dan Gang Kinantan, untuk menanyakan keabsahan surat yang disampaikan warga ke Kapolres Pematangsiantar, Minggu (22/11) lalu.

Minten Saragih ketika dikonfirmasi terkait kedatangannya ke kantor kelurahan,  kepada wartawan menjelaskan sekadar klarifikasi terkait tanda tangan warga.

Karena ada dua warga, Yusni Tanjung dan Raimah Tanjung mengaku hanya menandatangani kertas tapi tak tahu maksud dan tujuan kertas tersebut ditandatangani.

“Sepengetahuan mereka, yang menyuruh menandatangani itu untuk kepentingan pilkada,” terang Minten.

Minten pun berharap, masalah keluarga tidak dicampuraduk dengan masalah yang menyeret adiknya.

“Jika Si Bos bersalah, silakan ditahan sampai dua ratus tahun saya tak mempermasalahkannya. Tapi atas masalah ini supaya masyakarat mengerti, perlu diklarifikasi sesuai surat edaran dari Mabes Polri bahwa pengguna narkoba menjalani rehablitasi,” kilahnya.

Pantauan di kelurahan, suasana yang sempat memanas bisa reda setelah Kapolsek Siantar Utara AKP Poltak Simatupang hadir untuk memberikan pengarahan, karena kasus Si Bos masih ditangani pihak Polresta Pematangsiantar.(AB)

Foto: Warga saat mendatangi kantor Kelurahan Baru, menyampaikan aspirasi agar narkoba dibasmi di kampung mereka, Selasa (24/11). (bataktoday/ab).

  • Bagikan