Dugaan Korupsi PD PAUS, 1 Desember Herowhin Sinaga Diperiksa

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday

Kejaksaan Negeri (Kejari) Pematangsiantar terus mendalami dugaan korupsi dana penyertaan modal Rp 9 miliar di Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PD PAUS ) yang sumbernya dari APBD Kota Pematangsiantar. Pemeriksaan Dirut PD PAUS, Herowhin Sinaga dijadwalkan pada Selasa 1 Desember 2015 mendatang.

Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Pematangsiantar, Ondo Purba kepada BatakToday di ruangannya, Selasa (24/11).

Ondo mengatakan, sejauh ini pihaknya telah memeriksa Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Kota Pematangaiantar, Adiaksa Purba, pada Senin (23/11) lalu.

“Adiaksa Purba hanya ditanyai mengenai dana penyertaan modal, apa betul sudah disetorkan ke PD PAUS,” kata Ondo.

Menurut Ondo, sesuai laporan surat perintah pencairan dana (SP2D) yang diterima dari Adiaksa, dana penyertaan modal telah disetorkan langsung ke rekening bank PD PAUS.

Penyetoran dilakukan 2 tahap, tahap pertama tahun 2014 sebesar Rp 4 miliar, dan tahap kedua tahun 2015 sebesar Rp 5 miliar.

Sementara itu dua bendahara PD PAUS, yakni Bendahara Penerimaan Trynitati boru Turnip, dan Bendahara Pengeluaran Martha boru Sinaga, sebelumnya pada Selasa (17/11) telah dimintai keterangannya.

Hanya saja, terang Ondo, keduanya disuruh pulang karena tak bisa menyerahkan bukti pendukung semua transaksi uang keluar dan masuk ke rekening PD PAUS, sesuai dengan janji mereka yang akan menyerahkan bukti transaksi seperti yang dimintakan sebelumnya.

“Bendahara Penerimaan Tryniti boru Turnip harus bisa memberikan semua bukti transaksi uang sebesar 4,6 miliar yang dikeluarkannya, dan Bendahara Pengeluaran Martha boru Sinaga harus bisa memberikan semua bukti transaksi uang sebesar 9 miliar. Kalau mereka tidak bisa menunjukkan bukti transaksi itu, berarti semua itu kan fiktif,“ katanya.

Dalam melakukan penyelidikan dugaan korupsi PD PAUS, kejaksaan kata Ondo, akan memanggil semua pihak yang bekerja sama dengan perusahaan daerah itu untuk dimintai keterangan.

Dan itu sudah dimulai dari pemanggilan rekanan PD PAUS yang mengerjakan Pasar Melanthon Siregar, PT Pembangunan Perumahan (PP) Tbk yang dijadwalkan dilakukan Selasa (24/11).

Namun pihak manajemen PT Pembangunan Perumahan (PP) Tbk tak dapat memenuhi panggilan dengan alasan sedang di luar kota.

“Satu per satu rekanan PD PAUS ini akan kita panggil,” tegasnya. (AT)

Foto: Kasi Pidsus Kejari Pematangsiantar, Ondo Purba. (bataktoday/at).

  • Bagikan