Putrinya Dibawa Kabur Mertua, Boru Rumahorbo Mengadu ke Polres Siantar

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday

Malang nian nasib Monika boru Rumahorbo (33) ini. Belum lagi luka jahitan di perutnya mengering karena baru partus lewat bedah sesar di RS Vita Insani Pematang Siantar, Sabtu (21/11) lalu, dia sambil menggendong bayinya berumur 4 hari mendatangi Polresta Pematang Siantar, Kamis (26/11) sekitar pukul 11.00 WIB.

Perempuan yang mengontrak rumah di Jalan Rakutta Sembiring, Kelurahan Nagapitu, Kecamatan Siantar Martoba ini, bermaksud melaporkan mertuanya, Nuraini boru Tobing (55), karena membawa kabur putri sulungnya, Claudia boru Situmeang (3), yang sebelumnya dititipkan di rumah kerabatnya saat menjalani persalinan di rumah sakit.

Sambil berurai air mata, Monika bercerita, dia sebelumnya tinggal bersama suami keduanya, Washington Situmeang di Kabupaten Samosir, setelah bercerai dengan suaminya yang pertama.

“Hasil pernikahan dari suamiku yang pertama, kami dikarunia satu anak perempuan,” kata Monika.

Setelah hampir dua tahun menikah, suaminya Washington tega mencabuli putrinya dari suami pertama, ketika dia sedang bepergian.

Akibat perbuatan Washington, keluarga mertua Monika dari suami pertamanya melaporkan Washington ke Polres Samosir.

Setelah sekian lama diburon, awal Juli 2015, Washington dibekuk petugas Polres Samosir dari kediaman orangtuanya, Nuraini boru Tobing di Jalan Rakutta Sembiring, Kelurahan Nagapitu, Kecamatan Siantar Martoba.

“Saat suamiku ditangkap, posisiku waktu itu sedang hamil anak kedua,” jelas Monika sembari menyusui anak keduanya yang baru lahir.

Sejak suami keduanya Washington mendekam dalam penjara, Monika kebingungan. Apalagi warga di Kabupaten Samosir mengucilkannya akibat perbuatan Washington.

Tak hanya itu, sebetulnya dia juga telah dibuang dari lingkungan keluarga, sejak menikah dengan Washington.

Tak ada pilihan lain, Monika dalam keadaan hamil membawa putrinya Claudia, yang masih berumur 3 tahun, memutuskan pindah ke Kota Pematang Siantar, dengan harapan bisa tinggal serumah dengan mertuanya, Nuraini boru Tobing.

“Pernah aku datangi rumah mertua, tapi aku malah diusir. Dituduh mertuaku aku yang melaporkan suamiku Washington hingga masuk penjara,” katanya lagi.

Merasa terdesak, dia memilih mengontrak rumah, yang letaknya berjarak satu kilometer dari rumah mertuanya.

Lalu pada Sabtu (21/11) lalu, dia melahirkan anak keduanya melalui bedah sesar di RS Vita Insani, sementara putrinya, Claudia dititip di rumah kerabat.

Saat sedang menjalani persalinan di rumah sakit, mertuanya Nuraini diam-diam membawa Claudia.

Setelah pihak rumah sakit memperbolehkannya pulang, pada Kamis (26/11) siang, dia menemui mertuanya, Nuraini dengan maksud mengambil kembali Claudia.

Tetapi Nuraini tak mau menyerahkan,  dengan alasanMonika sudah kembali memeluk agama Kristen.

“Tadi sudah kujumpai, tapi nggak dikasi sama mertuaku. Orang itu beralasan aku sudah balik agama Kristen, dan takut anakku jadi ikut masuk agama Kristen,” sambung Monika dengan sedih.

Melihat Monika terus menangis karena putrinya Claudia tak diberikan oleh Nuraini, sejumlah petugas Polwan Polresta Pematang  Siantar didampingi perwira pengawas AKP Samsuar, dengan menaiki mobil patroli, berangkat menuju rumah Nuraini.

Namun setiba di sana, Nuraini bersikukuh tidak mau menyerahkan Claudia kepada Monika, meski sejumlah petugas telah berusaha membujuk Nuraini, agar Claudia dikembalikan kepada ibu kandungnya, Monika.

Melihat sikap Nuraini yang bersikeras, petugas memutuskan membawa Monika kembali ke Polresta di Jalan Sudirman, untuk dimintai keterangan.

“Ini kita masih berupaya memediasi agar si anak dikembalikan pada ibunya, Monika.Tadi kita sudah ke sana, tapi mertuanya tetap berkeras. Kita tunggulah bagaimana hasil mediasi lanjut,” terang petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Pematang Siantar, Ipda Elman Tampubolon. (AB)

Foto:Monika boru Rumahorho, dengan menggendong bayi yang baru berusia 4 hari, mendatangi Polresta Pematang Siantar, Kamis (26/11). (bataktoday/ab)

  • Bagikan