Randiman Kecil, Sekolah Tanpa Alas Kaki

  • Bagikan

Medan, BatakToday

Menjadi orang nomor satu di pemerintahan Kota Medan pada masa peralihan, Randiman Tarigan memiliki kenangan indah dengan gurunya semasa masih duduk di bangku SD. Dia datang ke sekolah tanpa seragam dan tanpa alas kaki, gurunya pun kadang pakai sarung dan hanya mengenakan singlet.

Kenangan itu dikisahkan pria yang masih menjabat sebagai Sekretaris DPRD Sumut ini di hadapan para guru dan siswa saat peringatan ke-70 tahun Hari Guru yang dipusatkan di SMP Negeri 38 Jalan A Sani Mutalib (Marelan VII), Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Rabu (25/11).

Hingga pada posisinya saat ini, Randiman meneladani ketulusan gurunya, Pak Ginting (sebutan untuk guru Randiman semasa SD) saat mengabdikan dirinya dalam mencerdaskan anak didiknya.

“Saya ingat sekali dengan beliau. Saat itu tahun 60-an, kondisi sangat sulit sekali. Saya pun sekolah kaki ayam dan tidak pakai seragam di salah satu SD di Langkat. Walaupun serba kekurangan, Pak Ginting selalu datang mengajar meski hanya mengenakan sarung dan singlet saja. Beliau ingin kami semua maju,” katanya.

Tanpa ketulusan Pak Ginting saat itu, Randiman merasa tidak akan bisa berdiri tegak saat ini di hadapan banyak orang.

“Guru sama seperti orang tua. Berkat bimbingan dan pembelajaran yang diberikannya, banyak yang berhasil. Saya pun bisa berdiri di podium ini, berkat jasa para guru. Untuk itulah saya mengingatkan kepada seluruh -anak sekalian, jangan pernah sekalipun melawan guru,” katanya sembari mengajak seluruh siswa untuk selalu menghormati dan menghargai para guru.

Sebagai pembina upacara, Randiman kemudian menyampaikan pidato tertulis Menteri Pendidikan dan kebudayaan, Anies Baswedan. Pemerintah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas semua pengabdian Ibu dan Bapak Guru. Tugas dan tanggung jawab guru sangat besar, namun jangan dipandang sebagai beban, tetapi kehormatan.

“Ibu dan Bapak Guru mendapat kehormatan untuk menumbuhkan generasi baru yang tercerdaskan. Di samping itu tiap tutur, langkah dan karya Ibu dan bapak Guru adalah ikhtiar untuk mencerdaskan bangsa.”

Menteri mengajak agar ikhtiar para guru benar-benar dipusatkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, menumbuhan semua potensi anak hingga mereka bukan sekedar bisa meraih, tapi bisa melampui cita-citanya.

Selanjutnya dipesankan agar para guru lebih inovatif, kreatif dan profesional dalam menjalankan tugas, agar mampu menciptakan sumber daya menusia berkualitas dan bersaing di era kompetitif saat ini. Sebaliknya kepada para orang tua, Randiman berharap terus mendorong dan memotivasi anaknya untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi lagi.

Selain upacara, Peringatan Hari Guru di SMN 38 juga diisi dengan serangkaian kegiatan. Selain pemberian piagam penghargaan kepada sejumlah guru yang telah mendidikasi waktu dan tenaganya untuk mengajar di SMPN 38, digelar atraksi tari-tarian hasil kreasi para siswa, serta sejumlah perlombaan.

Kepala sekolah SMPN 38 Medan, Hj Rohanim SPd MM, mengaku merasa bangga karena sekolah yang dipimpinnya menjadi tuan rumah Peringatan Hari Guru Tingkat Kota Medan. Apalagi perhelatan ini dihadiri langsung Pj Wali Kota. Untuk itulah dia bersama dengan para guru dan seluruh siswa berusaha mengemas acara sebaik mungkin.

“Kita memberikan kesempatan kepada siswa berkebutuhan khusus untuk unjuk kebolehan. Kita berharap kehadiran mereka bisa memberikan motivasi kepada para siswa untuk bisa lebih melakukan yang lebih lagi,” katanya. (AFR)

Foto: Penjabat Wali Kota Medan Randiman Tarigan saat membacakan pidato tertulis Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Peringatan Hari Guru ke-70 di di SMP Negeri 38 Jalan A Sani Mutalib (Marelan VII), Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Rabu (25/11).

  • Bagikan