Ronald dan Minten Rebutan Kantor Pemuda Pancasila

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday

Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Pematangsiantar, Ronald Tampubolon berebut inventaris kantor dengan mantan ketua sebelumnya, Minten Saragih.

Ronald menuding Minten enggan mengembalikan kantor kepada pengurus baru. Menurutnya, Minten menganggap kantor sebagai milik pribadi dan bahkan dipakai menjadi kantor Pemuda Pancasila 1959.

Hal itu diutarakan Ronald Tampubolon saat melakukan audensi bersama sejumlah pengurus MPC Pemuda Pancasila lainnya ke Kapolresta Pematangsiantar,  AKBP Dodi Darjanto, Rabu (25/11).

“Sampai saat ini Minten Saragih masih menduduki kantor Sekretariat PP yang berada di Jalan WR Supratman. Bahkan Minten telah mengubah warna bangunan dan menggunakannya sebagai kantor Sekretariat PP 1959,” jelas Ronald.

Padahal kantor itu, sambungnya, merupakan inventaris Pemuda Pancasila yang dibuktikan dengan laporan pertanggungjawaban Minten Saragih pada tahun 2001 sampai 2015, ketika Minten masih menjabat sebagai Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Pematang Siantar.

“Kantor Sekretariat PP harus diserahkan kepada pengurus yang baru. Tapi kita tidak tahu apa sebab Minten tetap bertahan dan malah ornamen gedung diubah dan dijadikan kantor PP 1959,” ungkapnya.

Ronald menjelaskan, kantor Sekretariat Pemuda Pancasila itu bisa berdiri di lahan milik PT Kereta Api Indonesia  (KAI) atas permintaan sejumlah pengurus Pemuda Pancasila Kota Pematangsiantar kepada pejabat PT KAI.

Di tempat terpisah, Minten Saragih menyatakan keheranannya atas sikap Ronald Tampubolon yang menuding dirinya tak mau mengembalikan inventaris kantor Pemuda Pancasila.

“Ada-ada saja dia itu. Kalau mau jadi ketua carilah kantor lain. Kantor PP ini saya yang bangun dari keringat saya sendiri dan para dermawan,” tegas Minten.

Minten mengklaim, kantor itu dulu dia kontrak atas namanya. Setelah itu dia bangun dengan menggunakan uangnya sendiri dengan dibantu sejumlah donatur. Minten juga menegaskan bangunan kantor berdiri tanpa bantuan MPW Pemuda Pancasila Sumatera Utara.

Minten kemudian menunjukkan surat perjanjian persewaan tanah milik Perumka Eksploitasi Sumatera Utara Nomor JB.310/1V/709/EKD-97 pada tahun 1997 yang ditandatangani Ir Tukidi.

“Kalau menggugat bisa. Tapi mengadu tak bisa, karena kita harus berbicara legalitas. Mana buktinya itu pinjam pakai. Tetapi disewa langsung Minten Saragih setelah dilakukan permohonan kepada  PJKA, dan ada beberapa kios di sekitar ini punya saya. Sampai saat ini legalitas lahan ini terdaftar di kantor PJKA di Medan,” bebernya.

Minten lantas menyebut, jika kantor dulunya status disewa atas nama Pemuda Pancasila Kota Pematangsiantar, pasti sudah akan dia serahkan.

“Terkecuali itu tadi sudah milik Pemuda Pancasila kemudian saya alihkan menjadi milik pribadi, tentu saya sudah menyalahi,” terangnya.

Minten mengingatkan, kantor Pemuda Pancasila yang sah itu terletak di Jalan WR Supratman di bagian belakang.

“Yang sah kantor PP adalah yang terletak Jalan WR Supratman belakang, waktu itu ketua masih almarhum Jamin Purba,” bebernya seraya menyarankan Ronald agar mencari kantor sendiri. (AB)

Foto: Ronald Tampubolon bersama sejumlah pengurus MPC Pemuda Pancasila Kota Pematangsiantar saat audiensi ke Kapolresta Pematangsiantar, Rabu (25/11). (bataktoday/ab).

  • Bagikan