Oknum Pengacara Dituduh Tipu Oppung-oppung

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday

JS (48), seorang pengacara yang tinggal di Jalan Tarutung, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Selatan, dilaporkan ke Polresta Pematang Siantar, Rabu (25/11) karena dituduh menipu Tiruan boru Rajagukguk alias Oppung Torang (67), warga Sei Jambu Kiri, Desa Selat Bening, Kabupaten Labuhanbatu.

Diperoleh informasi di Polresta Jalan Sudirman, Pematang Siantar, Kamis (26/11), JS dituduh menipu kliennya Oppung Torang, hingga kliennya itu mengalami kerugian sebesar Rp 50 juta.

Kejadian bermula saat JS dipercayakan sebagai kuasa hukum Marihot Marbun (27), putra Opung Torang yang terjerat kasus percabulan anak di bawah umur dan ditahan di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau sejak 23 Desember 2013.

Selanjutnya dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Balai Karimun pada 22 Mei 2014, majelis hakim memvonis Marihot dengan hukuman penjara selama 14 tahun.

Agar hukuman terhadap Marihot bisa turun, JS menawarkan jasa mengurus dan mengajukan peninjauan kembali (PK) dengan syarat Oppung Torang harus menyediakan uang sebanyak Rp 50 juta.

JS berjanji akan mengupayakan hukuman terhadap Marihot bisa serendah-rendahnya. Sebaliknya, jika nantinya hukuman justru lebih tinggi, JS berjanji mengembalikan uang Rp 50 juta kepada Oppung Torang.

Sepakat, Oppung Torang pun lantas menyediakan uang sebanyak Rp 50 juta dan pada 26 Juli 2014 ditransfer lewat rekening bank milik Ramot C Saragih, rekan JS.

“Ramot menyerahkan uang sebanyak 50 juta ke tangan JS. Setelah uang diterima, kenyataaannya JS tak mengurus, bahkan JS tak melakukan upaya peninjauan kembali (PK) atas hukuman yang dijatuhkan kepada anakku,” ungkap Oppung Torang.

Oppung Torang yang tidak terima, menemui JS di rumahnya menagih uang Rp 50 juta. JS mulanya berjanji akan mengembalikan uang paling lama Rabu (25/11).

Namun setelah dua kali ditagih, JS belum juga mengembalikan uang, dengan alasan tanah yang sedang dia jual belum juga laku.

JS yang dihubungi lewat telepon seluler mengaku mengenal Oppung Torang dari rekannya Ramot.

“Aku dikenalkan Ramot dan uang sebanyak 50 juta kuterima dari Ramot setelah ditransfer sama Tiruan beberapa waktu lalu,” jelas JS.

Sesuai pernyataan secara tidak tertulis, JS mengaku butuh waktu tiga tahun untuk mengurus dan menunggu hasil putusan PK dari Mahkamah Agung.

Namun belum keluar putusan PK, Oppung Torang sudah meminta uang agar dikembalikan.

“Memang sudah dua kali dia datang menagih uang. Semalam terakhir kami ketemu lagi. Maksudnya mau kubayar dulu separohnya karena kebetulan ada klienku lagi mengurus jual tanah. Nggak jadi kubayar karena tanah belum laku, karena suratnya harus dipecah dulu. Jadi kalau dia mengadukan aku, di kantor polisi lah kubayar,” ketus JS.

Kanit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) III Aiptu Ardan ketika dikonfirmasi mengaku sudah menerima laporan korban, dan masih dalam proses penyelidikan. (AB)

Foto : Opung Torang saat membuat laporan ke Polresta Pematang Siantar, Rabu (25/11).(bataktoday/ab).

  • Bagikan