Mengaku Intel Tentara, Bawa Kabur Angkot Japaris

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday

Putra Sembiring (35) pria sinting mengaku intel tentara Raider 100, warga Parluasan, Lorong 4, Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara, membuat kehebohan setelah membawa kabur angkutan kota (angkot) Japaris bernopol BK 1430 TR milik Roni Sianturi (40) di seputaran Pasar Horas, Jalan Merdeka, Jumat (27/11) sekitar pukul 14.30 WIB.

Sadar angkot miliknya dibawa kabur, Roni warga Jalan Rakutta Sembiring, Kelurahan Nagapita, Kecamatan Siantar Martoba, itu dibantu teman-temannya sesama sopir angkot Japaris berpencar melakukan pencarian. Akhirnya, angkot Japaris milik Roni ditemukan sedang parkir di seputaran Lapangan Haji Adam Malik.

Roni bersama teman-temannya sopir lainnya  mengamankan angkot Japaris dan membawa Putra untuk diserahkan ke Polresta Pematang Siantar.

Semula Roni hendak membuat pengaduan polisi, namun diurungkan karena Putra ternyata mengalami gangguan kejiwaan atau stres.

Roni menerangkan, awalnya dia hendak menurunkan penumpang di dekat tangga Pasar Horas, Jalan Merdeka. Namun saat itu kondisi jalan dalam keadaan macet.

“Datang dia mendekati angkot yang kubawa, terus dibilangnya supaya meminggir,” kata Roni.

Setelah mobil dipinggirkan, Putra menegur Roni sembari mengaku intel tentara dari kesatuan Raider 100.

Saat itu Roni sempat memaki Putra dengan menyebutnya gila. Tapi Putra malah menjadi-jadi dan memaksanya agar turun dari angkot.

“Trus dicabutnya kunci kontak dari mobil,” ucapnya lagi.

Tak terima kunci kontak angkotnya dicabut paksa, Roni mendekati Putra, dan mendesak untuk mengembalikan kunci. Tapi kunci kontak tidak diberikan dan Putra mengajaknya ke kantor polisi untuk menyelesaikan masalah karena telah menghina dan memaki dirinya selaku tentara.

“Pas aku turun dari angkot dan membetuli celanaku yang digulung, langsung dilarikannya angkotku. Aku sama kawan-kawan sibuklah mencari kesana kemari.Terakhir angkot kami temukan dekat Lapangan Adam Malik, makanya si Putra itu kami bawa ke Polres. Aku nggak tahu kalau dia gila,” jelasnya lagi.

Mulanya, petugas piket jaga di ruangan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Pematang Siantar, mencoba memintai keterangan Putra yang diserahkan karena melarikan angkot Japaris.

Tapi petugas dibuat pening oleh Putra yang memiliki rambut gaya artis dan anak punk. Saat ditanyai, Putra malah menceramahi petugas,bahkan terus mengaku intel tentara.

“Bapak polisi, aku intel tentara. Tengok tanganku ini ada tulisan tempatku tugas Raider 100, biar Bapak tahu. Siapa nggak marah intel tentara mau ditabrak dan dibilang intel tentara gila. Aku tadi di sana lagi bertugas. Ini pasti kulaporkan sama komandanku,” kata Putra ke petugas polisi.

Tak lama setelah dipanggil, orang tua dan keluarga Putra Sembiring datang ke Polres Pematangsiantar. Saat diajak pulang, Putra menolak dan membuat kehebohan dengan menumpang mandi di Polresta.

Dia bahkan bermain-main di depan pintu masuk tanpa memakai baju, sedangkan sandal dan kaos kaki yang semula dipakai, dibuang ke hadapan keluarganya.

“Memang udah nggak waras dia ini, Pak. Tapi baru-baru ini saja dia kayak gini..eheh, gara-gara masalah rumah tangga dia jadi kayak gini.Jangan dulu kasih pergi dia pak polisi, karena sudah capek kami mencarinya. Ini abangnya mau datang supaya datang menjemputnya,” kata boru Girsang, ibu kandung Putra. (AB)

Foto : Putra Sembiring saat buka baju di Polresta Pematang Siantar, Jalan Sudirman, Jumat (27/11). (bataktoday/ab)

  • Bagikan