Wiryanto Dewobroto: Perencanaan Harus Mengacu Standar Internasional

  • Bagikan

Medan, BatakToday

Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang Spesifikasi untuk bangunan gedung baja struktural kini mengacu kepada AISC 360-10 Specification for Structural Steel Buildings yang diterbitkan oleh the American Institute of Steel Construction, yang kemudian diadopsi menjadi SNI 1729:2015. Standar ini dibuat untuk menyesuaikan perkembangan kualitas baja dan kebutuhannya ke depan. Bagi Indonesia, perlu beradaptasi dengan standar internasional agar mampu bersaing.

Demikian disampaikan Ketua Umum Himpunan Ahli Struktur Tahan Angin dan Gempa (HASTAG) Indonesia Ir Herri Suryadi Samosir MSi disela-sela pelaksanaan Seminar Nasional, Short Course dan Expo Material Bangunan; HASTAG VI yang mengusung topik “Aplikasi Teknologi Konstruksi & Material dalam Perencanaan dan Pelaksanaan Struktur Tahan Angin dan Gempa Sesuai SNI 2015” di Tiara Convention Hall, Medan, Kamis (26/11). Ketentuan ini menjadi acuan bagi para perencana dan pelaksana dalam melakukan pekerjaan perencanaan dan pelaksanaan struktur baja. Bahkan, di Kota Medan sendiri penerapan kebijakan ini sedang dilakukan komunikasi dan kerjasama dengan dinas TRTB sehingga perencanaan tata kota akan lebih baik ke depan. Dikatakannya, tujuan tata cara ini adalah untuk mengarahkan terciptanya pekerjaan perencanaan dan pelaksanaan baja yang memenuhi ketentuan minimum serta mendapatkan hasil pekerjaan struktur yang aman, nyaman, dan ekonomis.

Di TRTB Kota Medan sendiri kini telah diubah paradigma agar penerapan SNI 1729 ini bisa dijalankan. Sayangnya, di Kota Medan sendiri ahli utama perencana struktur baja sangat minim. Padahal tahun 2016, direncanakan akan diterapkan syarat analis perencanaan harus pemegang linsensi resmi.

Menurut Dr Ir Wiryanto Dewobroto MT dosen Universitas Pelita Harapan mengatakan konsep perencanaan harus mengacu kepada standar internasional agar bisa bersaing. Diakuinya, konstruksi bangunan baja masih kurang maju dibanding beton. Jadi dengan standar yang baru ini dinilai akan mampu memberikan kemajuan konstruksi baja struktural di negara ini. Sayangnya, kata Wiryanto, meski standar ini tergolong baru namun di dalamnya tidak ada membahas tentang gempa.

Dikatakannya, jika standar yang lama tetap menjadi acuan maka banyak tantangan ke depan yang akan dihadapi. Pasalnya, kualitas baja semakin membaik. “Banyak hal yang mempengaruhinya, selain kualitas juga dipengaruhi proses pengelasannya,” katanya.

Kemudian, perlu diingat bahwa dalam menghadapi guncangan gempa yang semakin besar perlu dilakukan antisipasi melalui perencanaan dan pelaksanaan yang benar. Untuk itu, para konsultan harusnya lebih memahami tentang standar yang baru ini sehingga tidak ketinggalan dari dunia internasional.

Dr Ir Nathan Madutudjuh MSCE (ESRC/Sanspro) yang hadir sebagai narasumber menyebutkan, saat ini kemampuan adaptasi yang tinggi sangat dibutuhkan menghadapi perubahan yang terus terjadi.

“Kita tidak bisa terpaku pada satu standar saja, melainkan harus mampu menyesuaikan diri atau beradaptasi. Karena teknologi komputer juga berubah, kita dituntut minimal non linear,” timpal Wakil Ketua HASTAG, Ir Daniel Rumbi Teruna MT.

Harapannya,di universitas yang membuka program studi terkait juga menerapkannya. Harus menyesuaikan. Untuk itu, kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk sosialisasi dan menyamakan pemahaman akan standar struktur baja.

Seiring pelaksanaan seminar ini, juga diadakan short course yang dilaksanakan Jumat 27 November 2015. Pemateri diantaranya, Dr Ir Wiryanto Dewobroto MT dengan topik Direct Analysis Method untuk Desain Struktur Baja, dan Ir Daniel Rumbi Teruna MT dengan topik Perencanaan Struktur Baja Berdasarkan Peraturan SNI 2015/AISC 2010.

Seminar ini juga menghadirkan sejumlah narasumber lainnya diantaranya Prof  Dr Bambang Budiono (ITB), Zulwan Lubis (PT Mitra Super Struktur), dan Steven Teng (PT Arcidy Bumi Pondasi).(AFR)

Foto:

Ketua Umum HASTAG Indonesia Ir Herri Suryadi Samosir MSi (tengah), bersama Wakil Ketua Ir Daniel Rumbi Teruna MT, Dr Nathan Madutujuh MSCE, Dr Ir Wiryanto Dewobroto MT, pada Seminar Nasional yang diselenggarakan HASTAG, 26-27 November 2015, Tiara Convention Hall Medan, Kamis (26/11). (bataktoday/afr)

  • Bagikan