Panwaslih Tanjungbalai Bisa Jerat Politik Uang jika Dilaporkan

  • Bagikan

Tanjungbalai, BatakToday

Panitia Pengawasan Pemilihan (Panwaslih) Kota Tanjungbalai menegaskan, tak bisa bekerja sendiri untuk menjerat dan menindak para pelaku praktik politik uang (money politic) tanpa ada laporan dari masyarakat.

“Artinya dalam hal ini Panwas tidak bisa bekerja sendiri tanpa adanya laporan dari masyarakat. Kita tak bisa menerima omongan dari masyarakat begitu saja. Laporkan nanti kepada kami bila ada ditemukan permainan politik uang di lingkungan masing-masing,” tegas Suardi, Minggu (29/11).

Menurut Suardi, pasangan calon (paslon) Wali Kota-Wakil Wali Kota Tanjungbalai bisa dijerat dugaan praktik politik uang, bila memberikan uang kepada masyarakat di atas Rp 25 ribu .

“Sedangkan pemberian senilai Rp 25 ribu dalam bentuk barang kepada masyarakat, bukan politik uang, dan itu sudah diatur dalam PKPU No 7 Tahun 2015,” jelasnya.

Sementara, berkaitan dengan adanya informasi salah satu paslon Wali Kota-Wakil Wali Kota Tanjungbalai yang melakukan kampanye hitam kepada paslon lainnya, menurut Suardi  pihaknya tak bisa bertindak, jika tidak ada laporan keberatan dari masyarakat.

“Meskipun anggota kita ada di lokasi kampanye paslon itu, namun kita tidak bisa melakukan tindakan. Bila tindakan dilakukan, nantinya tudingan sesuka hati ditujukan kepada kita. Untuk menyikapi persoalan  black  campaign ini, kami menginginkan agar masyarakat itu sendiri yang menjadi  saksinya,” pungkasnya. .(eko)

Foto ilustrasi

  • Bagikan