Perseteruan Ronald vs Minten Berlanjut, Dua Anggota PP 1959 Dipukuli

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday

Perseteruan Pemuda Pancasila (PP)1959 pimpinan Minten Saragih dan Pemuda Pancasila pimpinan Ronald Tampubolon, kembali terjadi.

Dua orang anggota PP1959 babak belur dipukuli, diduga dilakukan Jamal cs yang meupakan anggota Pemuda Pancasila pimpinan Ronald Tampubolon.

Pengeroyokan terjadi  di kedai kopi marga Simamora, persis di samping kantor sekretariat PP 1959 Jalan WR Supratman, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Pematang Siantar, Sabtu (28/11) malam pukul 22.30 WIB.

Rian, anggota PP 1959 yang juga korban penyerangan, mengaku mendadak diserang para pelaku.

“Kami terkejut, tiba-tiba ada serangan. Tadi kan habis pelantikan aku makan, tiba-tiba datang orang itu lempar-lempar batu sama botol nyerang kami,” jelasnya.

Akibat serangan itu, dua rekan Rian mengalami luka memar.  “Dua kawan kami yang kena. Bang Hengki sama Bang Andre,” terangnya.

Isteri pemilik kedai, boru Sinaga, mengaku mengetahui nama pelaku penyerangan.

“Nggak laki-laki si Jamal itu. Nggak pernah kuganggu dia. Besar-besar di sininya itu, kok jadi dia pula yang merusuhi di sini,” kesal boru Sinaga.

Dia juga kesal karena mereka masuk ke dalam kedainya sambil adu jotos.

“Kau pun Hengki, entah kenapa kau masuk kemari. Kan udah kubilang jangan masuk kemari. Kalau kena anakku tadi, mau bilang apa dia,” ketusnya.

Tak sampai di situ, boru Sinaga mengatakan akan menuntut kerusakan tempat jualan rokoknya.

“Kukenal si Ronald itu. Jangan sampai aku datangi dia. Jangan bilang aku boru Sinaga kalau tak diganti dia (Ronald,red),” tegasnya.

Pantauan di lokasi kejadian, sebagian anggota PP 1959 yang mengetahui ada penyerangan langsung memenuhi lokasi.

Menit berikut, sekitar lima personel Polres Pematang Siantar terjun ke lokasi untuk melakukan pengamanan. Aksi anggota PP 1959 yang ingin menyerang balik berhasil diredam polisi.

Menanggapi peristiwa pemukulan terhadap anggotanya, Ketua PAC PP 1959 Kecamatan Siantar Selatan, Udin Damanik mengaku, akan menyerahkan kasus pemukulan ke pihak Polres Pematang Siantar.

“Kita serahkan kepada pihak berwajib atas peristiwa pemukulan anggota PP 1959. Zaman sekarang tak perlu anarkis. Ada hukum untuk memproses ini. Anggota kita yang dipukul segera akan membuat laporan polisi,” terang Udin.(AB)

Foto: Korban yang dikeroyok, Hengky (rambut panjang) dan Andrea Keling. (bataktoday/ab).

  • Bagikan