Rebutan Gedung Kantor, Ronald dan Minten Nyaris Bentrok

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday

Ratusan kader Pemuda Pancasila Kota Pematang Siantar yang dipimpin Ronald Tampubolon mendatangi sekretariat Pemuda Pancasila di Jalan WR Supratman, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat, Pematang Siantar, Sabtu (28/11).

Massa yang mengenakan uniform ormas oranye itu bermaksud mengambil alih gedung sekretariat yang selama ini dikuasai oleh mantan Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Pematang Siantar, Minten Saragih.

Nyaris saja terjadi bentrok di lokasi, karena saat itu tengah berlangsung pelantikan pengurus Pemuda Pancasila 1959 yang diketuai Minten Saragih.

Ronald yang merasa gedung sekretariat itu merupakan inventaris Pemuda Pancasila menegaskan, Pemuda Pancasila 1959 tak berhak menggunakan gedung tersebut.

Sementara Minten yang tak terima pun mendatangi kubu Ronald dan menyatakan sewa-menyewa lahan dan gedung itu  dibuat atas nama pribadi dan bukan atas nama Pemuda Pancasila.

Melihat situasi agak memanas, Kapolresta Pematang Siantar AKBP Dodi Darjanto yang sudah terlebih dahulu berada di lokasi untuk melakukan pengamanan, segera menengahi.

Dodi pun mengajak pengurus kedua kubu untuk berdialog di depan gedung sekretariat Pemuda Pancasila yang diperebutkan itu.

Kepada kedua kubu yang bertikai, Dodi mengharapkan agar menjaga kekondusifan terutama karena saat ini masih dalam tahap proses pilkada.

“Saat ini kita direpotkan oleh kondisi pilkada. Untuk sementara kita cooling down dulu,” katanya.

Dia juga menegaskan akan memediasi kedua kubu untuk menyelesaikan polemik kepemilikan gedung itu.

“Senin lusalah kita rembukkan lagi,” pintanya.

Dalam dialog itu, Ronald menyatakan kalau gedung itu merupakan inventaris MPC Pemuda Pancasila Kota Pematang Siantar, karena gedung itu dibangun dengan menggunakan anggaran Pemuda Pancasila dan diresmikan oleh Ketua Majelis Pimpinan Pusat Pemuda Pancasila, Yapto Surya Sumarno.

Sebab itu, dia meminta agar untuk sementara gedung itu tidak digunakan oleh siapapun.

“Kita minta gedung ini ditutup dulu dan tidak digunakan dalam pelantikan PP 1959 sampai masalahnya selesai,” pintanya.

Sementara Minten bersikeras kalau sewa-menyewa lahan itu dibuat atas namanya.

“Ini suratnya, tidak ada nama Pemuda Pancasila di sini disebutkan. Ini atas nama saya, mari kita bicara legalitas alas hak tempat ini,” jelasnya.

Mendengar dialog yang tak ada habisnya, AKBP Dodi Darjanto kembali meminta keduanya untuk tenang dan tidak saling menang sendiri. Dodi juga meminta agar sementara gedung itu tidak digunakan dalam pelantikan.

Setelah mendengar permintaan Kapolresta itu, kubu Ronald akhirnya meninggalkan lokasi, sementara kubu Minten melanjutkan acara pelantikan.(AB)

Foto: Mediasi yang dilakukan Kapolresta AKBP Dodi Darjanto di kantor Pemuda Pancasila Jalan WR Supratman, Pematang Siantar, Sabtu (28/11). (bataktoday/ab).

  • Bagikan