Hulman: Direktur RSUD Djasamen Saragih Gagal

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday

Calon Wali Kota Pematang Siantar, Hulman Sitorus menegaskan, Direktur RSUD Djasamen Saragih, dr Ria Novida Telaumbanua gagal dalam mengembangkan rumah sakit plat merah itu sebagai badan layanan umum daerah (BLUD).

Penegasan itu disampaikan Hulman saat menyampaikan visi misi dan programnya pada acara Debat Kandidat Calon Wali Kota-Waki Wali Kota 2015 yang berlangsung di Convention Hall Siantar Hotel, Jalan WR Supratman, Pematang Siantar, Senin (30/11) sore.

“Saya sudah tetapkan Rumah Sakit Umum Djasamen Saragih menjadi badan layanan umum daerah pada 17 Agustus 2013, tetapi tidak berkembang. Analisa saya adalah, direkturnya tidak mampu menjalankan tugasnya,” tegas  Hulman.

Maka itu menurut Hulman, ke depan jika dia kembali terpilih, akan mengganti direktur rumah sakit tersebut yang dia nilai gagal.

Pola rekrutmennya, kata Hulman, akan dikakukan secara terbuka melalui uji kelayakan dan kepatutan.

“Kita akan rekrut direktur rumah sakit dengan cara terbuka melalui uji kelayakan dan kepatutan,” tandas Hulman dalam penyampaian visi misi yang disiarkan secara langsung oleh sejumlah stasiun radio di Pematang Siantar itu.

Acara debat kandidat itu dimoderatori Turunan Gulo, mantan komisioner KPU Provinsi Sumatera Utara, dan tiga panelis akademisi dari Universitas Simalungun, Universitas Sumateta Utara, dan Universitas HKBP Nommensen.

Debat kandidat diikuti empat pasangan calon, nomor urut 1 Sujito-Djumadi, nomor urut 2 Hulman Sitorus-Hefriansyah, nomor urut 3 Teddy Robinson Siahaan-Zainal Purba, dan nomor urut 4 Wesly Silalahi-Sailanto.

Debat dikemas dalam empat segmen, yakni penyampaian visi misi dan progam masing-masing paslon pada segmen pertama, pertanyaan moderator ke para pasangan calon, saling bertanya antara sesama pasangan calon, pernyataan penutup (closing statement) dari masing-masing pasangan calon pada segmen keempat.

Direktur Eksekutif Institute for Regional Development (InReD), Lambok Sitanggang, justru mempertanyakan kebijakan Hulman Sitorus, apakah evaluasi yang memadai telah dilakukan sebelum menaikkan status RSUD Djasamen Saragih menjad badan layanan umum daerah (BLUD) pada tahun 2013. Lambok mengatakan, hingga saat ini (dua tahun setelah penetapan status BLUD, red) fasilitas yang ada di RSUD Djasamen Saragih jauh dari memadai untuk dikelola sebagai BLUD.

“Tentu ada seperangkat parameter yang digunakan sebagai dasar untuk memutuskan RSUD Djasamen Saragih menjadi BLUD. Pertanyaannya, apakah sebelum mengambil keputusan, Hulman telah melakukan pengujian yang memadai?” ujar lambok balik bertanya kepada BatakToday, ketika dikonfirmasi melalui telepon selular, Senin (30/11) sore.

“Sama seperti keputusan pembentukan PD PAUS yang sekarang bermasalah, menurut saya peningkatan status RSUD Djasamen menjadi BLUD adalah keputusan yang sangat prematur dan sekedar gagah-gagahan,” tukas Lambok.

Menurut Lambok, dengan mengungkapkan kegagalan aparatur pilihannya sendiri kepada publik, Hulman sebenarnya sedang melakukan political suicide (bunuh diri politik, red).

“Pepatah Melayu bilang, menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri. Orang Siantar bilang, buang badan tinggal kepala,” tutup Lambok dengan nada canda. (tg/jas)

Foto: Hulman Sitorus pada Debat Kandidat Calon Wali Kota-Waki Wali Kota 2015 yang berlangsung di Convention Hall Siantar Hotel, Jalan WR Supratman, Pematang Siantar, Senin (30/11) sore. (bataktoday/at/ajvg)

  • Bagikan