Burhanuddin: “Anakku yang di Kostrad bisa Marah”

  • Bagikan

Tanjungbalai, BatakToday

Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Tanjungbalai, Burhanuddin, kesal karena belasan pemuda yang mengatasnamakan diri Koalisi Anak Bangsa menggelar aksi demo di gedung DPRD Kota Tanjungbalai, Senin (30/11), terkait dugaan permainan atas pemberian izin usaha penjualan minuman keras Toko Asahan milik GTH alias Boboy yang disebut melibatkan SKPD pimpinan Burhanuddin.

“Terus-terusan saya dirongrong anak -anak itu, entah siapa deking mereka itu.  Jangan mereka pikir saya tidak punya deking. Kalau saya dirongrong terus, nanti anakku yang di Kostrad bisa marah sama mereka,”  katanya.

Sebelumnya, para demonstran menyebut, ada dugaan konspirasi antara penguasa dan pengusaha minuman keras GTH alias Boboy, dibuktikan dengan dikeluarkannya Surat Pendaftaran Ulang Izin Gangguan Keamanan HO Nomor 503/857/HO/KP2T/2014 oleh  Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Tanjungbalai.

“Padahal keberadaannnya sudah jelas ilegal karena melanggar Peraturan Menteri Perdagangan No 06/M-DAG/PER/2015,” kata Ketua Koalisi Anak Bangsa Kota Tanjungbalai, Syafrizal Manurung.

Menurut Syafrizal, Toko Asahan di Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan TB Selatan, telah puluhan tahun menjual minuman keras.

“Fenomena mafia minuman beralkohol sangat mengkhawatirkan di Kota Tanjungbalai. Kegiatan itu mustahil berjalan jika tidak ada pihak tertentu yang mem-backup-nya. Pejabat terkait pun  terkesan tutup mata dengan kegiatan ilegal tersebut, karena diduga sudah menerima upeti dari pengusaha bisnis haram tersebut,” tandasnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Tanjungbalai, Leiden Butarbutar menegaskan, agar Pemko Tanjungbalai membereskan keberadaan Toko Asahan jika memang izinnya menjual minuman keras ilegal.

“Pemerintah Kota Tanjungbalai harus menuntaskan persoalan ini, agar secepatnya mencabut izin usaha ilegal tersebut,” katanya, saat menerima demonstran didampingi Herna Veva, anggota Komisi A DPRD Kota Tanjungbalai.

Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Tanjungbalai, Burhanuddin dalam rapat dengan Komisi A DPRD Kota Tanjungbalai mengaku, telah melakukan berbagai upaya untuk melakukan eksekusi terhadap tempat usaha penjualan minuman keras tersebut.

 “Terakhir surat agar usaha itu ditutup sudah kami buat. Berkaitan dengan pemiliknya yang tidak pernah ada saat ditemui, maka surat itu kami masukkan lewat bawah pintu Toko Asahan tersebut,” katanya.

Desakan agar Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Tanjungbalai segera mencabut izin usaha penjualan minum keras milik GTH alias Boboy itu tidak hanya dari massa Koalisi Anak Bangsa.

Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kota Tanjungbalai, Surya Abdi Lubis alias Osama mendesak pihak Kepolisian Resort (Polres) Tanjungbalai agar segera  bertindak cepat.

“Ketegasan Pemerintah Kota Tanjungbalai untuk mencabut izin usaha tersebut menjadi perhatian publik. Siapa yang mem-backup usaha penjualan minum keras itu diketahui setelah pengusahanya ditangkap. Untuk itu kami mendesak Polres Tanjungbalai agar segera menangkap dan melakukan penggeledahan lokasi penjualan minuman keras itu sebelum masyarakat marah,” tegasnya. (eko)

Foto: Sekelompok pemuda dari Koalisi Anak Bangsa usai melakukan orasi disambut Wakil Ketua DPRD Kota Tanjungbalai, Leiden Butarbutar.  (bataktoday/es). 

  • Bagikan