Debat Terbuka Paslon Pilkada Humbahas Diwarnai Canda Tawa

  • Bagikan

Doloksanggul, BatakToday-

Berbeda dengan situasi debat kandidat yang berlangsung di daerah lain yang sarat dengan atmosfir persaingan antar pasangan calon (paslon) maupun antar pendukung paslon, suasana debat publik paslon bupati/wakil bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) yang digelar KPU Humbahas di Aula Hutamas Kompleks Perkantoran Tano Tubu Doloksanggul, Senin (30/11) justru sarat dengan tawa dan canda, baik oleh para paslon yang berdebat, maupun para undangan.

Sentilan-sentilan yang menggelitik serta pernyataan berbalut humor spontan para paslon berhasil mencairkan ketegangan yang pada awal debat menyelimuti wajah masing-masing wajah pendukung paslon..

Salah satu debat yang menarik dan saling sindir terjadi ketika paslon nomor urut 3 Rimso Sinaga dan Derincent Hasugian melemparkan pertanyaan seputar politik uang kepada paslon lainnya.

“Sebagai calon pemimpin yang taat hukum, menurut  rekan-rekan, bagaimana upaya menghilangkan pola pikir masyarakat terhadap money politic dalam pesta demokrasi saat ini,” tanya Rimso dengan nada menyentil.

Menanggapi pertanyaan itu, calon wakil bupati Ramses Purba dari paslon nomor urut 1 mengatakan, untuk merubah kondisi dimaksud butuh proses. Selanjutnya wakil petahana Marganti Manullang ini menyindir balik paslon nomor urut 3, bahwa pertanyaan itu adalah bagian dari drama politik.

“Oleh sebab itu, jangan pernah ada dusta diantara kita” sentil Ramses.

Marganti Manulang selanjutnya mencoba menetralisir, dengan menghimbau kepada masyarakat agar objektif dalam menentukan pilihan.

“Terima uangnya tapi jangan pilih orangnya,” ujar Marganti.

Menanggapi pertanyaan yang sama, Dosmar Banjarnahor, calon bupati nomor urut 2 yang berpasangan dengan Saut Simamora, mengatakan, sudah saatnya para paslon memberikan pembelajaran politik yang baik kepada masyarakat.

“Hal itu bertujuan membangun kesadaran dini, betapa besarnya peranan masyarakat dalam menentukan kemajuan suatu daerah,” kilahnya disambut sorakan kecil hadirin..

Beda dengan yang lain, calon wakil bupati nomor urut 4, Henri Sihombing yang berpasangan dengan Palbert Siboro, justru mengakui bahwa uang adalah syarat utama dalam mengikuti alur politik di negeri ini.

“Tanpa uang kita tidak dapat berpolitik. Sebab uang merupakan jembatan untuk mencapai tujuan politik. Sama hal nya dengan kita yang berdiri di panggung ini, tanpa adanya uang kita dipastikan tidak dapat mengikuti kompetisi pilkada.  Namun seyogiyanya uang dimaksud haruslah dimanfaatkan dengan benar sesuai kebutuhan,” ujar Henri.

Tanggapan paslon nomor urut 4 ditutup calon bupati Palbet Siboro, dengan nada menyindir meminta kepada rekan-rekan calon lain yang mungkin hendak melakukan money politic, agar kembali ke jalan yang benar, karena perbuatan itu menciderai penyelenggaraan pemilihan kepala daerah.

Paslon nomor urut 5, Harry Marbun dan Momento NM Sihombing menegaskan, justru kondisi tersebut membuat mereka merasa terpanggil untuk menciptakan paradigma baru di masyarakat Humbang Hasundutan.

“Kiranya objektifitas penilaian masyarakat lebih mengedepankan nilai-nilai religius yang benar-benat mencintai dan memilih pemimpin yang takut akan Tuhan,” tandas Harry Marbun.

Kecuali atas jawaban paslon nomor urut 5 Harry Marbun dan Momento NM Sihombing, tanggapan masing-masing paslon perihal politik uang yang bernada saling sindir itu, mengundang senyum dan tawa undangan.

Sebelumnya, Ketua KPU Humbahas Leonard Pasaribu  pada pembukaan menyampaikan,  selain mengetahui profil masing-masing paslon bupati dan wakil bupati, masyarakat juga dapat mencermati program-program yang ditawarkan masing-masing paslon, sehingga masyarakat lebih yakin dalam menentukan pilihannya. Debat terbuka ini, kata Leo, merupakan salah satu pendidikan politik. Masyarakat dipersilahkan merekam dan mencatat janji-janji yang disampaikan paslon, untuk dapat menagih janji tersebut jika kelak mereka terpilih.

 “Dalam negara demokrasi, rakyat lah yang berdaulat. Pilkada yang digelar secara langsung adalah perwujudan kedaulatan rakyat di daerah. Hormati kedaulatan itu, dan jangan gadaikan dengan iming-iming politik uang. Kenali rekam jejak paslon, simak visi misi dan programnya, dan tentukan pilihanmu pada 9 Desember mendatang “ tegasnya.

Pantauan BatakToday, debat terbuka berlangsung hingga malam hari, dipandu Samsul Bahri MSi, akademisi dari Universitas Negeri Medan, dan panelis DR Sarjoni Silitonga. (FT).

Foto: Suasana debat terbuka Paslon Bupati/Wakil Bupati Humbahas yang digelar KPU Humabahas di Aula Hutamas Kompleks Perkantoran Tano Tubu Doloksanggul, Senin (30/11) (bataktoday/ft)

  • Bagikan