ODHA Limbong Purba berikan Testimoni pada Peringatan Hari AIDS Sedunia

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday-

Seorang pasien HIV/AIDS (ODHA), Limbong Purba (40) warga Pematang Raya, Kabupaten Simalungun memberikan testimoni di sela acara seminar tentang HIV/AIDS di Siantar Hotel, Pematang Siantar, Selasa (1/12).

Dalam testimoninya, Limbong mengakui sejak menjadi pasien HIV/AIDS kerap menutup diri ke publik, karena masyarakat belum bisa menerima mereka sebagaimana adanya.

“Kondisi saya sempat sangat kritis sekitar tahun 2008 di Rumah Sakit Adam Malik Medan, bahkan HB saya hanya 6,8. Sejak tahun 1995 saya mengkonsumsi narkoba dan baru saya berhenti tahun 2006, setelah saya mengetahui telah terjangkit HIV. Awalnya saya tidak menyadarinya, bahkan sampai saya berkeluarga dan memiliki anak. Sampai-sampai, saya sempat tidak mengenali keluarga saya ketika dirawat di RS Adam Malik,” ungkapnya.

Namun ternyata takdir berkata lain. Setelah mendapat perawatan intensif serta mengkonsumsi obat yang disarankan dokter, kini kondisinya sudah pulih dan bisa melakukan aktivitasnya secara normal. Masyarakat sekitarnya pun sudah bisa menerima dirinya, meski awalnya sempat dikucilkan.

“Saya harus memberikan informasi yang benar kepada masyarakat, agar tidak melakukan diskriminasi kepada penderita HIV/AIDS,” katanya mengakhiri testimoni.

Sebelumnya, dalam ragkaian peringatan Hari AID se-Dunia, Dinas Kesehatan Kota Pematang Siantar menggelar kegiatan seminar dan launching (peluncuran) Care Support Treatment (CST) Puskesmas Tomuan, klinik yang mengelola layanan khusus bagi pasien penderita HIV/AIDS.

CST dikelola oleh tim medis yang telah mendapat pelatihan di Medan, dipimpin dr Yuliana Erika Silitonga. Sebelumnya layanan CST hanya ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Djasamen Saragih.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pematang Siantar, dr Ronald Saragih mengatakan, dengan adanya CST di Puskesmas Tomuan, masyarakat diharapkan lebih intensif memeriksakan kesehatannya. Menurut Ronald, bukan hanya penderita HIV/AIDS saja yang perlu diperiksa, orang yang tampaknya sehat pun penting memeriksakan diri.

Apalagi, terang Ronald, jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Pematang Siantar terus meningkat. Menurut data Komite Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Pematang Siantar, tahun 2014 terdapat 177 pasien terindikasi HIV, dan tahun 2015 bertambah 58 orang,15 di antaranya positif penderita AIDS.

“Pesatnya peningkatan kasus HIV/AIDS lebih disebabkan ketidakpahaman masyarakat tentang penyakit ini. Untuk itu, kita harapkan partisipasi semua pihak untuk mensosialisasikan agar pencegahan dini bisa dilakukan,” ujar Ronald saat membuka seminar tentang HIV/AIDS di Siantar Hotel.

Narasumber seminar,  Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Andi Ilham Lubis mengutarakan, Sumut merupakan salah satu wilayah yang pesat peningkatan kasus HIV/AIDS setelah Jakarta, Papua, Jawa Tengah, Bali, dan Jawa Timur.

“Baru-baru ini kami melakukan survei di Medan terhadap 2000 orang remaja siswa SMA dan mahasiswa. Hasilnya, 4,9 persen mereka sudah pernah melakukan hubungan seksual. Padahal, hubungan seksual merupakan media penyebaran virus HIV, yang besarannya secara umum mencapai 54,8 persen. Sedangkan 36,2% penyebaran HIV disebabkan oleh jarum suntik tidak steril para pengguna narkoba,” ungkapnya seraya menambahkan, pihaknya juga kini tengah menangani 200 orang bayi yang terindikasi HIV dari berbagai daerah di Sumut.

Namun demikian, lanjutnya, masyarakat tak perlu trauma atau ketakutan berlebihan terhadap ancaman penularan virus HIV.

“Virus HIV ini sebenarnya tidak mudah menular, dan penularannya pun sangat terbatas melalui darah, sperma, cairan vagina, dan air susu ibu. Tetapi persepsi publik selama ini sangat berlebihan, sehingga kerap mendiskriminasi para penderita HIV/AIDS. Akibatnya, pasien HIV/AIDS merasa termarginalkan bahkan dijauhkan dari kehidupan sosialnya. Padahal, saat ini penanggulangan HIV/AIDS seiring dengan kemajuan ilmu kedokteran sudah semakin baik,” katanya. (rel)

Foto: Kegiatan seminar tentang HIV/AIDS di Siantar Hotel, Pematang Siantar, Selasa (1/12). (bataktoday/rel)

  • Bagikan