Siantar Banjir, Dua Korban Tewas, Empat Buaya Lepas

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday

Hujan deras dibarengi angin kencang melanda Kota Pematang Siantar, Selasa (1/12) sejak pukul 19.00 WIB sampai pukul 21.30 WIB, mengakibatkan banjir di sejumlah titik. Banjir kali ini menelan korban jiwa dan kerugian materi.

Data yang berhasil dihimpun BatakToday, dua korban tewas tertimpa tanah longsor dan tembok roboh di dua lokasi berbeda, dan 12 orang menderita luka-luka.

02 tembok roboh_editedSalah satu korban tewas, yakni Yulinarti (55) warga Jalan Rajawali Kelurahan Simarito, Kecamatan Siantar Barat, Pematang Siantar. Ibu empat anak ini  tewas saat berada di dapur untuk membersihkan rembesan air hujan bersama puterinya, Eka (28).

Menantu korban, Dani (30) mengaku saat itu ibu mertuanya bersama istri sedang berada di dapur membersihkan air rembesan hujan.

“Pas sama istriku, kudengar suara runtuhan benda jatuh. Itu saja yang kutahu Bang,” terang Dani.

Di lokasi berbeda, Nursiem (90) warga Jalan Serdang Gang Cicah, Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Barat, dinyatakan  tewas setelah terseret banjir sepanjang 100 meter.

Sementara sebanyak 12 warga Jalan Serdang lainnya mengalami luka-luka akibat dihantam banjir dan tembok roboh.

Ke-12 warga Jalan Serdang yang mengalami luka mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Tentara, yakni Rina (35), Aditia (9), Amel (10), Fatia (9), Nadia (14), Chandra (14), Wati (10), Sarengat (90), Fabia (3), Ramadahia (35), Rohani (20), dan Amel(10).

Empat Ekor Buaya Lepas dan Satu burung Unta Hilang

Hujan deras yang melanda Pematang Siantar juga mengakibatkan empat ekor buaya lepas dari kandangnya di Taman Hewan Jalan Gunung Simanuk-manuk, Kelurahan Teladan, Pematang Siantar, Selasa (1/12) sekira pukul 20.30 WIB.

Namun, sekitar empat jam kemudian, dua ekor buaya berhasil ditemukan di areal taman hewan dan di aliran sungai Jalan Kapten MH Sitorus.

Sedang dua buaya lagi hingga kini dalam pencarian petugas Taman Hewan.

“Untuk saat ini sudah dua buaya kita tangkap. Satu lagi diperkirakan masih di areal taman hewan ini, dan satu lagi kurasa sudah keluar. Total ada dua kandang buaya dengan jumlah 17 ekor,” kata Melza, dokter hewan yang bertugas di Taman Hewan.

Ketika disinggung kondisi satwa lain, Melza mengakui ada sepasang burung Onta hilang sampai saat ini belum ditemukan.

“Sementara kondisi satwa lain belum tahu bagaimana kondisinya,” terangnya seraya mengaku hujan deras sempat membuat ketinggian air di lokasi Taman Hewan mencapai pinggang orang dewasa.

Kapolres Pematang Siantar, AKBP Dodi Darjanto berserta jajaranya, turun ke lokasi guna membantu dan memantau lokasi di taman hewan.(AB)

Foto:  Yulinarti semasa hidup.

  • Bagikan