Disersi 123 Hari, Briptu Albinsyah Sihaloho Direkomendasikan Dipecat

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday-

Briptu Albinsyah Sihaloho yang bertugas di bagian Sitipol Polres Pematang Siantar direkomendasikan diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) dari kesatuannya.

Itu dilakukan setelah Polres Pematang Siantar melaksanakan sidang komisi kode etik (KKE) kepolisian yang digelar di aula Satya Widya Brata, Rabu (2/12).

Sidang KKE dipimpin ketua sidang komisi Wakapolres Kompol Moch Risya Mustario SIK dan wakil sidang komisi Kabag Sumda Kompol Kuasa Purba, dan Kasat Intelkam AKP Juli Efendi, serta pendamping Kasubbag Hukum AKP Abidin, masing masing anggota sidang komisi.

Briptu Albinsyah Sihaloho di PTDH karena disersi selama 123 hari berturut-turut terhitung mulai sejak 8 April sampai 8 Agustus 2015, tanpa pemberitahuan dan mendapat izin permisi dari pimpinannya.

Kapolres Pematang Siantar AKBP Dodi Darjanto SIK melalui Kasubbag Humas AKP Isril Noer didampingi Kasi Provam Aiptu Budi Gelora Damanik menerangkan, perbuatan Briptu Albinsyah Sihalolo disersi selama 123 hari berturut-turut telah melanggar Pasal 14 ayat (1) Huruf A Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PPRI) No 1 tahun 2003.

Sebelumnya, Briptu Albinsyah Sihaloho sempat menghadiri sidang pertama. Namun pada sidang kedua, Briptu Albinsyah Sihaloho tidak datang hadir serta tidak masuk dinas.

“Pada sidang ketiga, Briptu Albinsyah Sihaloho juga tidak datang lagi,” jelas AKP Isril.

Mengingat Briptu Albinsyah Sihalolo tidak datang menghadiri persidangan tanpa pemberitahuan serta tidak masuk dinas, pada sidang keempat kalinya sidang komisi kode etik (KKE) memutuskan Briptu Albinsyah Sihaloho direkomendasi diberhentikan dengan tidak hormat (PTDH).

“Briptu Albinsyah Sihalolo disersi sejak tanggal 8 April sampai tanggal 8 Agustus 2015 secara berturut-turut terhitung selama 123 hari. Jadi pada sidang tadi direkomendasikan PTDH. Saat ini hanya tinggal menunggu surat keputusan dari Kapolda saja,” jelas Isril. (AB)

Foto: Briptu Albinsyah Sihaloho

  • Bagikan