Permukiman di Bantaran Sungai Mati Langganan Banjir

  • Bagikan
Lurah Bah Kapul, Bahrum Damanik, saat memberikan keterangan di lokasi banjir bandang, RT 002 Jalan Handayani, Pematang Siantar, Rabu (2/12). (bataktoday/ajvg)

Pematang Siantar, BatakToday

Banjir bandang melanda permukiman di bantaran Sungai Mati, Kelurahan Bah Kapul, Pematang Siantar, pada Selasa (1/12), sekitar pukul 19.00 WIB. Sebanyak 26 rumah yang dihuni 34 Kepala Keluarga menjadi sasaran amuk banjir bandang ini.

Lurah Bah Kapul, Bahrum Damanik kepada batakToday menjelaskan, hampir setiap tahun banjir bandang melanda lokasi permukiman tersebut.

Damanik menambahkan, lokasi yang dilanda banjir tersebut tidak dapat lagi dikatakan sebagai bantaran sungai, tetapi sudah merupakan bantaran parit.

Bangunan jembatan menimbulkan penyempitan pada saluran, sehingga air meluap ke jalan saat banjir datang, Jalan Pengintai Ujung, Kelurahan Bah Kapul, Pematang Siantar, Rabu (2/12). (bataktoday/ajvg)
Bangunan jembatan menimbulkan penyempitan pada saluran, sehingga air meluap ke jalan saat banjir datang, Jalan Pengintai Ujung, Kelurahan Bah Kapul, Pematang Siantar, Rabu (2/12). (bataktoday/ajvg)

“Ini bukan sungai lagi, melainkan sudah jadi parit, parit mati. Kalau dulu, namanya Sungai Mati, tapi kalau sekarang bukan sungai lagi, mata airnya tidak ada lagi. Kalau kemarau tidak ada airnya. Banjir ini sebagian besar limpahan air hujan dari Kabupaten Simalungun,” terang Bahrum.

Bahrum menyampaikan harapannya kepada pemerintah di jenjang yang lebih tinggi, supaya menangani permukiman yang setiap tahunnya menjadi sasaran banjir ini.

“Dengan kejadian yang selalu berulang ini, diharapkan pemerintah untuk mengambil sikap. Bagaimana cara menangani permukiman yang ada di bantaran parit ini, atasan lebih mengerti,” ujarnya berharap.

Bahrum melalui BatakToday juga menyampaikan pesan untuk masyarakat yang tinggal di lokasi bencana, agar berupaya mencari tempat yang lebih baik.

“Untuk masyarakat di sini, berupayalah untuk mencari tempat yang lebih baik. Kalau pun belum, waspadalah terhadap datangnya banjir lagi,” pesannya.

Di RT 002 Jalan Handayani, lokasi yang menjadi sasaran banjir paling parah, salah satu pemukim muda, Joko Supriyanto, menyampaikan harapannya kepada pemerintah Kota Siantar.

“Kita mohon pengertian pemerintah lah. Kita mau saja pindah dari sini, tapi mohon pengertianlah dari pemerintah,” ujar Joko.

Pasca bencana banjir bandang di Kelurahan Bah Kapul, pihak Pemko Pematang Siantar telah turun ke lokasi kejadian, antara lain Plh Walikota Donver Panggabean, Dinas Pekerjaan Umum dan Pengairan, Badan Penanggulang Bencana Daerah, dan Dinas Sosial. (ajvg)

  • Bagikan