Buruh Pabrik Kelapa Sawit Tewas di Depan Istri dan Anak

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday-

Suardi Sinaga (30), warga Huta III Nagori Pematang Asilum, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun tewas setelah sepeda motor yang dja kemudikan ditabrak angkutan Trans nomor polisi BK 1109 UT, Rabu (2/12).

Buruh pabrik kelapa sawit ini tewas dengan kondisi kepala remuk setelah terhempas ke aspal di Simpang Susu, jalan lintas Siantar-Perdagangan, Kilometer 17,5 -18, Nagori Pematang Asilum, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun.

Beruntung, dalam kecelakaan maut ini, istri korban, Wilia (32) dan putrinya, Maisa boru Sinaga (3) selamat dari maut saat membonceng sepeda motor Honda Beat warna putih biru nopol BK 2556 TAS yang dikemudikan Suardi.

Kondisi ibu dan anak ini mengalami luka-luka ringan dan lecet di badan. Keduanya dirawat di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar.

Menurut pengakuan Mahmud (41), salah seorang warga yang menyaksikan kecelakaan itu, kecelakaan itu akibat kelalaian pengemudi angkot Trans yang datang dari arah Perdagangan menuju Pematangsiantar.

“Kencang kali kulihat angkot itu. Angkot itu mau memotong sepeda motor dan mobil yang ada di depan, tapi langsung menabrak sepeda motor yang ada di depan,” ujar Mawardi.

Usai menabrak sepeda motor korban, sopir tersebut meninggalkan angkot di pinggir jalan lalu melarikan diri untuk menghindari amukan massa yang memenuhi badan jalan setelah mengetahui ada peristiwa kecelakaan.

Warga pun melakukan pertolongan, mengangkut jasad korban Suardi Sinaga menggunakan mobil pick-up ke ruangan forensik RSUD dr Djasamen Saragih Pematangsiantar, sementara Wilia dan Masia boru Sinaga dibawa ke Rumah Sakit Vita Insani untuk mendapatkan perawatan intensif.

Sariamin (56), mertua Suardi Sinaga, ditemui di ruangan forensik mengatakan, menantunya Suardi Sinaga  membonceng anak dan cucunya untuk berobat ke Karang Sari, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun.

“Dari rumah mereka pergi, mau ngantar anakku berobat. Dia yang bawa sepeda motor, bonceng tiga sama anak dan cucuku,” terangnya.

Kata Sariamin, putrinya Wilia menderita sakit asma, dan rencananya akan dibawa berobat alternatif.

“Putriku dibawa berobat kampung, mana tahu bisa sembuh. Si Suardi itu menantu pertamaku. Baru tiga tahun menikah, punya satu orang anak,” ucap Sariamin sambil meneteskan air mata.

Kanit Laka Polsek Bangun, Aiptu Budi mengatakan, telah mengevakuasi korban dan kedua kendaraan.

“Sudah kita amankan kedua kendaraan, dan saat ini sopir angkot yang melarikan diri dalam pengejaran. Kecelakaan disebabkan pengemudi angkot kurang hati-hati, tidak memperhatikan kendaraan lain yang ada di depan,” jelas Budi.( AB).

Foto: Jasad korban Suardi Sinaga di ruang forensik RSUD Djasamen Saragih, Rabu (2/12). (bataktoday/ab).

  • Bagikan